“Yang sudah menjadi anggota DPR RI atau DPRD dua periode ke atas merasakan politik involutif ini. Politik kita semakin hingar bingar namun kesejahteraan rakyat tercecer di belakang.”

Oleh: Subadianto*

MASING-MASING partai politik dalam realita kehidupan politik saat ini, banyak melakukan ijtihad politik seoptimal  mungkin yang  dilakukan oleh para elit politiknya. Maka, tugas para utusan partai dalam politik adalah memperjuangkan dan melaksanakan keputusan ijtihad optimal mungkin yang diputuskan  para elitnya hingga meraih kemenangan.

Partai peserta pemilu  menghadapi beberapa tantangan berat di politik kita saat ini. Pertama, derasnya arus liberalisme dan masuknya para kapitalis dalam politik di negeri kita menjadikan politik kita semakin berbiaya mahal atau high cost politics.

Mereka turut membiayai para kandidat untuk memuluskan kepentingan mereka. Para pemilik modal bukan hanya membiayai, bahkan ada yang langsung ikut serta menjadi aktor politik dan ada juga yang punya media. Ini lebih rumit lagi. Sehingga hal ini menyebabkan orang-orang yang punya kapasitas dan integritas susah masuk dalam politik yang berbiaya mahal.

Yang kedua, oligarki politik yakni sekelompok pemodal yang membiayai partai politik sehingga elit politik pun akhirnya dikendalikan para pemilik modal. Oligarki ini bisa terjadi di dalam partai politik atau intra partai, atau oligarki antar partai politik atau antar partai. Ini berbahaya. Kalau oligarki ini terus membesar maka mereka akan bergerak seperti mafia, yang sulit sekali dilawan.

Yang ketiga adalah inter-locking politics yakni politik saling mengunci. Politisi yang dibiayai oleh pengusaha dikunci oleh kepentingan pengusaha itu. Kalau politisi tersebut tidak bisa memperjuangkan kepentingan pemilik modal maka dia tidak bisa berbuat apa-apa.

Yang keempat adalah politik involutif artinya politik kita berputar-putar di situ saja tidak mengalami kemajuan. Kita semua yang sudah menjadi anggota DPR RI atau DPRD dua periode ke atas merasakan politik involutif ini. Politik kita semakin hingar bingar namun kesejahteraan rakyat tercecer di belakang. Ini sangat mencemaskan bagi kita semua. (*)

*Subadianto adalah Ketua Fraksi Persatuan Indonesia Sejahtera (PAS) DPRD Kab. Trenggalek.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.