Tampak tuan rumah dan Polisi yang mendatangi kegiatan istighotsah yang digelar di kediaman KH Abdullah Saukat Siradj di Ngempit, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (12/1/2019), siang. (DUTA/abdul aziz)

PASURUAN | duta.co – Istighotsah & Sikap Politik Mengadapi Pilpres 2019, digelar di kediaman KH Abdullah Saukat Siradj, keluarga besar dan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri, di Ngempit, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (12/1/2019), berlangsung khidmat.

Acara mendoakan Pemilu nantinya berjalan sukses ini, dihadiri puluhan Habaib, Kiai dan Masyayikh. Meski tak dihadiri calon presiden atau pun calon wakil presiden nomor urut 02, acara ini sempat diwarnai dengan ‘dilarangnya’ pengerahan massa dan bedirinya panggung di lokasi istighotsah oleh Polres Pasuruan Kota.

Entah apa yang jadi alasannya. Bahkan sejak pagi sedikitnya 5 unit kendaraan polisi dan 1 truk datang, terus memantau situasi. Polisi beralasan karena adanya keramaian. Belakangan lunak, dengan catatan tidak ada pengerahan massa ataupun ada panggung terbuka.

Namun demikian Gus Towi, selaku tuan rumah menyayangkan adanya pelarangan itu. Padahal acara ini sedianya dihadiri ribuan alumni santri Sidogiri. “Sejak kemarin tak boleh ada panggung dan pengerahan massa,” ujar Gus Towi, pada duta.co.

Hal senada juga diungkapkan Hasan Assegaf, mewakili para Habaib berharap agar aparat keamanan bekerja profesional. Acara istighotsah ini bukan kampanye.”Panggung semestinya harus dipasang, tak diperbolehkan, halaman istighotsah tidak boleh ada massa. Harus dipakai buat parkir. Bagaimanapun kami tetap menghormati ketidakbolehan itu,” ungkapnya.

Sementara dari sikap yang ditunjukkan aparat kemanan ini, tak hanya mengerahkan satu truk personil, tapi juga 4 mobil patroli diparkir di pintu masuk acara istighotsah. Tak hanya itu, beberapa perwira Shabara terus hilir mudik di lokasi. Meski sebelum acara dimulai panitia dan keamanan sempat diingatkan oleh petugas. Tampak pula personel intel dari kesatuan lain yang turut memantau acara tersebut.

Gus Irfan Yusuf Hasyim, juru bicara Prabowo-Sandi tersenyum ketika ditanya duta.co soal pelarangan dari kepolisian ini. Menurut Gus Irfan, aparat keamanan tidak perlu khawatir dengan gelar acara para habaib, kiai dan santri.

“Anda lihat sendiri, acara berjalan sangat tertib dan lancar. Tidak ada ribut, bahkan tidak ada rebutan makanan. Penuh dengan doa untuk keselamatan bangsa dan negara. Ini sudah menjadi tradisi pesantren, mereka selalu menjunjung tinggi akhlaq,” jelas Gus Irfan di lokasi acara. (dul)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.