SURABAYA | duta.co  – Konser Solidaritas untuk Ahmad Dhani yang sedianya digelar di Grand City Mal Surabaya akhirnya batal dilaksanakan.  Para penonton menganggap konser dicekal sebab panitia belum mengantongi izin dari kepolisian.  “Ini kayak Orde Baru,” kata Rozak, Minggu malam.
Meski ditunda, ribuan orang telah memenuhi Grand City Mal untuk menyaksikan konser yang mengangkat tema ‘Hadapi Dengan Senyuman’ tersebut. Mereka tetap menunggu kepastian konser digelar. Sebagian di antara mereka tidak terima dengan pencekalan ala Orba itu.
Tampak ratusan polisi lengkap dengan mobil taktis dan unit K9 berjaga melokalisir Grand City Mal.
Konser solidaritas untuk Ahmad Dhani sendiri rencananya akan berlangsung pukul 19.00 WIB.
“Konser hari ini tidak bisa dilaksanakan,” jelas Kepala Polrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan saat konferensi pers bersama panitia.
Kesal karena Konser Solidaritas Tribute to Dhani ‘Hadapi Dengan Senyuman’di Grand City, Surabaya, Minggu (10/3)  malam dibatalkan, ribuan orang yang sudah hadir tetap berkerumun.  Mereka belum juga membubarkan diri.
Konser yang sedianya  digelar di lantai 3 Grand City itu akhirnya harus bubar setelah  kepolisian menilai acara tersebut tak mengantongi izin.
Di tengah kericuhan antara petugas hukum dan panitia penyelenggara, dari tengah-tengah penonton yang tak mau membubarkan diri itu muncul teriakan dan menuntut agar 2019 ganti Presiden.
“2019 ganti Presiden dan Prabowo Presiden,” ucap kompak massa yang hadir sembari mengacungkan salam dua jari khas Prabowo-Sandi, Minggu (10/3).
Panitia Konser Solidaritas Ahmad Dhani meminta maaf kepada calon penonton atas pembatalan yang terjadi.
“Mohon maaf yang sangat kepada panitia dan sahabat-sahabat Dhani yang telah support konser ini dengan semangat 45. Saya dengan sangat mohon maaf, hari ini konser kita tunda,” kata Didik Darmadi selaku ketua panitia Konser Solidaritas Ahmad Dhani saat konferensi pers di Grand City Surabaya, Minggu (10/3).
Didik menjelaskan, karena akan dihadiri calon wapres Sandiaga Uno, panitia kemudian mengurus perizinan ke Polda Jawa Timur.
“Biasanya kita izin itu yang biasanya kita lakukan kalau Bang Sandi atau Pak Prabowo datang, tidak melalui polrestabes tapi langsung ke Polda Jatim,” ujarnya.
Namun, panitia harus mengantongi dua izin sekaligus yaitu izin keramaian dari Polrestabes Surabaya dan izin mendatangkan calon wapres dari Polda Jatim.
“Harus ada dua izin, keramaian konser dan pendatangan capres-cawapres. Kemarin saya hanya izin kedatangan cawapres, yang izin konser tidak saya bikin karena saya kira sudah cukup izin dari Polda Jatim soal kedatangan cawapres, ternyata harus ada izin polres soal keramaian,” jelas Didik.
Konser sendiri akan menyajikan penyanyi dan artis yang bernaung di bawah Republik Cinta Management (RCM) milik Ahmad Dhani. Tiket konser juga sudah terjual ratusan lembar. (ud/rmol)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.