WORKSHOP : Pudir I Polinema, Supriatna Adi saat membuka workshop evaluasi kurikulum. (duta.co/dedik ahmad)

BATU  | duta.co -Politeknik Negeri Malang (Polinema) terus berupaya mengikuti trend kompetensi di dunia industri. Perubahan kurikulum termasuk pengembangan dan penyempurnaan serta evalusi sudah rutin dilakukan. Lantaran dinamika dunia industri yang berubah setiap saat.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Pembantu Direktur (Pudir) I, Supriatna Adi Suwignyo ST MT, disela acara Workshop evaluasi pengembangan kurikulum dan tracer study, Kamis (01/08/2019) kemarin di Singhasari Resort Kota Batu.

Ia mengatakan evaluasi ini penting artinya, karena akan melihat kurikulum yang ada saat ini apa masih relevan dengan dunia industri dan dunia kerja.

Pudir I Polinema ini mengatakan, “Hasil pengembangan kurikulum di kampus ini diharapkan selaras dengan permintaan stake holder. Demikian pula apa yang diajarkan yang di bangku kuliah, kami selaraskan pula dengan kebijakan Kementrian terkait,” ungkapnya.

Selain itu Polinema saat ini juga mengakomodir perkembangan tekhnologi. Dimana dalam kebijakan Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) mewajibkan mengakomodir 3 model kurikulum.

Pertama, kurikulum dual system, dimana pihak Polinema diwajibkan bermitra dengan pihak industri dalam penerapan pembelajaran, guna mempelajari secara langsung bentuk praktek pada industri. Maka kemudian pihak industri berperan krusial dalam membentuk lulusan yang berkompeten.

“Polinema pun kemudian menarik pihak industri ke dalam kampus dalam bentuk teaching factory. Mini plan yang memasukan pabrik dalam kampus supaya mahasiswa dapat belajar langsung dalam mini plan. Dengan begitu nuansa dan budaya, serta cara kerja di pabrik dipelajari langsung oleh mahasiswa, termasuk ketrampilan tekhnis di dalamnya,” urai Supriatna Adi.

Kurikulum yang ketiga, yakni multi entry multi system, karena saat ini menerapkan sistem pendidikan terbuka hingga masyarakat dapat kesempatan mengenyam pendidikan seumur hidup. Masyarakat bisa kuliah tanpa derajat, sesuai kemampuan terutama sisi ekonominya.

“Polinema sendiri sudah siap mengaplikasikan ketiga kurikulum tersebut di tahun ajaran 201-2020 ini. Persiapan adminitrasi dan lain sebagainya sudah matang, tinggal menerapkan ketiga kurikulum tersebut dalam satu kesatuan yang terintegratif.” Pungkas Supriatna Adi. dah

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.