Iptu Agustyo Kanit Dikyasa Satlantas.

TRENGGALEK | duta.co — Program Police Goes to School dari Kepolisian Resort Trenggalek, Jawa Timur, kembali menyasar SMKN 1 Pogalan. Kegiatan ini merupakan kali pertama di  tahun 2019 agar pemahaman berlalu lintas sesuai undang-undangnya kepada para pelajar setempat diterima dengan baik.

Selain itu Police Goes to School selama ini diyakini mampu menekan angka laka lantas di Trenggalek yang didominasi para pelajar.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Trenggalek, Iptu Agustyo, SH, di hadapan guru dan siswa SMKN 1 Pogalan Trenggalek mengatakan, pemahaman berlalu lintas itu penting, karena kondisi Trenggalek yang rata-rata jarak tempuh menuju ke sekolah sangat jauh.

“Mereka ini jauh dari tempat tinggalnya, maka kita maklumi harus memakai kendaraan ke sekolah,” ucapnya, Senin, (7/1/2019) di Trenggalek.

Namun begitu tidak serta merta kemudian mengabaikan aturan lalu lintas. “Yang bisa mengendarai tentunya yang sudah memiliki izin mengemudi,” imbuhnya.

Dia menyebut, pelajar yang telah diizinkan tentunya yang telah berumur 17 tahun dan lulus ujian SIM. “Yang memiliki SIM dan mematuhi aturan lalu lintas,” tandasnya.

Iptu Agustyo juga menceritakan berdasarkan hasil evaluasi sepanjang tahun 2018 yang lalu, kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Trenggalek masih didominasi oleh usia pelajar. Inilah yang kemudian menjadi konsentrasi pihaknya bersama dari jajaran Kepolisian dan dunia pendidikan untuk meminimalisir kembali jatuhnya korban khususnya di kalangan pelajar.

“Masa depan anda semua masih panjang. Jangan sampai menjadi korban atau bahkan pelaku kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan lalu lintas hampir selalu didahului dengan pelanggaran,” tandasnya.

Dia menuturkan, pelajar sebagai generasi masa depan harus memiliki jiwa disiplin yang tinggi. Disiplin inilah nantinya yang akan menjadi pondasi untuk menapak masa depan depan dengan segala tantangannya.

“Salah satunya adalah melalui disiplin berlalu lintas. Bagaimana caranya? selalu taat aturan lalu lintas. Gunakan helm, hindari perilaku yang tak terpuji. Misalnya menggunakan knalpot brong, kebut-kebutan dan lain-lain,” tuturnya.

Ia pun mengajak semua siswa untuk menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat lainnya. Apalagi SMKN 1 Pogalan merupakan salah satu sekolah favorit yang tentunya memiliki nilai lebih dibanding sekolah lainnya.

“Dimulai dari diri kita sendiri dan sebarkan virus kebaikan kepada teman yang lain. mari bersama-sama menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Keselamatan untuk kemanusiaan,” pungkasnya. (ham)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.