Putra-putra Mbah Moen bersilaturrahim ke kediaman Habib Rizieq. Kamis (8/8/2019). (FT/detik.com)

SURABAYA | duta.co – Sampai Jumat (9/8/2019) pagi, polemik ‘terobos doa’ untuk Mbah Moen (KH Maimun Zubair) masih mewarnai media sosial. Adalah pernyataan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel yang viral di sejumlah grup WhatsApp (wa).

Saat itu, Agus memberi sambutan dalam Silaturahim Nahdlatul Ulama (NU) XVIII Sedunia di Makkah. Agus menyinggung aksi menyerobot doa yang dilakukan Habib Rizieq Syihab (HRS).

Pada awal sambutan, Dubes yang terkenal dengan gaya ceplas ceplosnya tersebut bercerita tentang bagaimana kedekatan keluarganya dengan keluarga KH Maimun Zubair (Mbah Moen) sejak puluhan tahun lalu.

“Bangunan persaudaraan ini dibangun sejak tahun 1960, lewat emak saya yang jadi tukang masak dan bapak saya nyantri di abahnya Mbah Moen, KH Zubair Dahlan,” ujar Agus dalam sambutannya di Silaturahim NU XVIII Sedunia yang digelar di Al Tayseer Tower Hotel, Mekah, Kamis (8/8/2019) sebagaimana dikutip detik.com.

Agus sempat mengatakan, bahwa, proses pemakaman Mbah Moen memang dipadati pelayat. Salah seorang yang hadir dalam kerumunan pelayat itu, kata Agus Maftuh, adalah Habib Rizieq. Namun Imam Besar FPI itu, disebut Agus, berada di lubang makam yang salah.

“Saya lihat MRS (Muhammad Rizieq Syihab) memang hadir sejak awal dan berkerumun di lubang yang salah. Saya tahu nomor lubang karena yang mengurus di Provinsi Mekah adalah tokoh NU Saudi, yaitu KH Dr Fahmi. Dr Fahmi lah yang menemui pejabat Provinsi Mekah dan dipastikan Mbah Moen dimakamkan di posisi yang sangat strategis di kompleks Ma’la,” tutur Agus Maftuh kepada wartawan, Rabu (7/8).

Agus mengaku menggotong langsung jenazah Mbah Moen bersama dua santri Mbah Moen bernama Muhlisin dan KH Syarif Rahmat. Saat jenazah hendak diturunkan ke liang lahat, banyak jemaah yang berebut untuk menyentuh keranda.

Soal pembacaan doa oleh Habib Rizieq, Agus menilai hal itu sebagai penyerobotan karena tidak ada koordinasi. Selain itu, dia menilai yang dilakukan Habib Rizieq tidak sesuai dengan adat pesantren.

“Selanjutnya, tanpa aba-aba, Habib MRS membacakan doa dengan suara keras di tengah kerumunan jemaah. Setelah itu baru saya bisa masuk ke kerumunan bersama Bapak Menteri Agama dan kemudian kita berdoa bersama-sama untuk Mbah Moen dan Pak Menag berpesan kepada kita untuk selalu meneladani Mbah Moen,” ujarnya.

Agus menyesalkan sikap Habib Rizieq yang tanpa koordinasi membacakan doa di pemakaman Mbah Moen. Menurut Agus, tindakan tersebut sangat tidak etis.

“Ini yang saya sebut sebagai ‘ketidaketisan’. Meski saya muda, saya ini jadi bapak seluruh WNI yang ada di Arab Saudi dan saya sebagai sahibulbait (yang punya hajat). Saya heran ada orang tanpa koordinasi dengan sahibulbait memposisikan diri sebagai pembaca doa,” ujar dia.

Meski sama-sama NU, berbeda cara pandang dengan Mukhlas Syarkun. Direktur Kajian Rahmatan Lil ‘Alamin Center ini justru melihat apa yang dilakukan Habib Rizieq sangat bagus.

“Saya kok melihatnya lain, dari sisi positif ‘menyerobot’ doa itu bagus. Itu menunjukkan bahwa ada hubungan batin yang kuat keduanya sehingga sampai ingin menyerobot doa,” demikian Gus Mukhlas panggilan akrabnya kepada duta.co, Jumat (9/8/2019).

Gus Mukhlas Syarkun (FT/IST)

Masih menurut Gus Mukhlas, kita saksikan orang berebut untuk bisa ikut mengangkat keranda, berbondong-bondong doa untuk mbah Moen. “Ini menunjukkan betapa kharisma Almaghfurlah Mbah Moen sangat kuat. Sampai-sampai ada yang rela menyerobot doa. Jadi apa yang dikeluhkan Pak Dubes itu, justru bagus,” tambahnya.

Hal yang sama disampaikan salah seorang putra Mbah Moen, Wafi bin Maimoen Zubair. Gus Wafi, demikian akrab dipanggil, justru menyampaikan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada Habib Rizieq dan menantunya, Habib Hanifr Al Atthas. Ini lantaran kesediaan keduanya membaca dan memimpin doa untuk Mbah Moen di pemakaman Ma’la, Makkah, Selasa pekan.

Gus Wafi  menulis: Pembacaan talqin dan doa untuk ayahnya adalah atas permintaan kakaknya, KH M Najih Maimoen. Gus Wafi pun membalas mendoakan kebaikan untuk Habib Rizieq dan Habib Hanif.

Gus Wafi (FT/Hidayatullah)

“Assalammualaikum War. Wab. Saya al-Faqir Wafi bin Maimoen Zubair mengucapkan Jazakumullah Khairan Katsira Jazakumullah Ahsanal Jaza’, ucapan terima kasih yang sangat tinggi kepada Habib Hanif al Atthas dan Habib Muhammad Rizieq Syihab yang telah memimpin *pembacaan Talqin dan Do’a* untuk abah kami, Al maghfurlahu KH. Maimoen Zubair atas permintaan kakak kami, KH. M. Najih Maimoen. Semoga beliau berdua dijaga oleh Allah SWT, diberi kesehatan dan bisa Istiqamah untuk meneruskan perjuangan datuknya. Amiiin. Wassalammu’alaikum War. Wab,” tulis Wafi bin Maimoen Zubair lewat status WA-nya sebagaimana yang beredar di medsos, Kamis (08/08/2019).

Tak hanya itu, Kamis (8/8/2019) kemarin, putra-putra Mbah Moen berkunjung ke kediaman Habib Rizieq. “Iya, benar (berkunjung ke kediaman Habib Rizieq),” kata Taj Yasin lewat pesan singkat, Kamis (8/8/2019) kepada detik.com.

Pria yang juga akrab dipanggil Gus Yasin ini mengatakan kunjungan ke rumah Habib Rizieq merupakan bagian dari silaturahmi. Dia mengatakan hal itu dilakukan di sela waktu ketika tengah berada di Arab Saudi. “Iya silaturahim biasa di sela-sela kunjungan kita di Saudi,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah ini.

Dia membenarkan bahwa dalam kunjungan tersebut turut hadir KH Abdul Rouf (Gus Rouf), KH Majid Kamil Maimoen (Gus Kamil), dan KH Zuhrul Anam Hisyam.

Seperti diketahui, Mbah Moen wafat di Makkah saat menjalankan ibadah haji pada Selasa (6/8) sekitar pukul 04.17 waktu Arab Saudi. Mbah Moen disalatkan bersama jutaan muslimin di Masjidil Haram. Jenazah Mbah Moen lalu dimakamkan di kompleks pemakaman tertua di Mekah, Al Ma’la. (dtk,mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry