Lurah Balas Klumprik, Sulthoni  (kaos biru) bersama Kelompok Tani (Poktan)  yang tergabung dalam kelompok Sahabat Muslim Mandiri (SMM) di perumahan Pondok Maritim Indah melakukan kerja baki membersihkan lokasi urban farming. (dok/duta.co)

SURABAYA | duta.co – Meningkatkan ketahanan pangan mandiri salah satunya dengan memaksimalkan lahan kosong yang dengan ditanami aneka sayur mayur yang biasa digunakan untuk masakan termasuk budidaya Lombok. Lombok yang seringkali harganya fuktuatif dan sangat dbutuhkan ibu-ibu untuk masak sehingg mampu mengurangi biaya kebutuhan harian.

Itulah yang dilakukan Kelompok Tani (Poktan)  yang tergabung dalam kelompok Sahabat Muslim Mandiri (SMM) di perumahan Pondok Maritim Indah melakukan kerja baki membersihkan lokasi urban farming sehingga mampu menghasilkan produksi secara maksimal. Dibantu secara langsung Lurah Balas Klumprik, sekitar 20 an anggota Poktan SMM semangat membenahi lahan urban farming yang ada di Pondok Maritim Indah sekitar 400 m2.

Lurah Balas Klumprik, Sulthoni mengatakan sangat mendukung kegiatan Poktan SMM di Pondok Maritim Indah mendukung ketahanan pangan yang digalakkan pemerintah guna memenuhi kebutuhan anggota Poktan. Pola tanamnya masih manual yang tidak banyak membutuhkan biaya, tidak menggunakan pola hidroponik.

“Tetapi apabila ada lebih, bisa dijual ke masyarakat sekitar.  Semuanya ada pembukuannya. Yang ada saat ini masih sekitar 400 an m2 dan akan dikembangkan ke sisi barat. Kalau ditotal dengan sisi barat luasannya sekitar 1.500 m2,” kata Lurah Balas Klumprik, Sulthoni yang baru menjabat tiga bulan usai ikut kerja bakti Jumat 25 Juli 2025.

Sulthoni menambahkan sekarang ini kita tanami sayuran terutama cabai. Karena apa? Kita juga nantinya sebagai pengendali inflasi. Walaupun hanya kecil kontribusinya tapi kita bisa mengendalikan inflasi cabai, kebutuhan cabai sangat tinggi.

“Urban farming disini sudah ada sejak 2020. Saat itu kan pandemi Covid-19. Nah bapak ini, apa yang dikerjakan saat pandemi? Nah itu bertani sambil dulu berjemur badan ya? Pada saat itu di tempatnya di Balai RW 6. Tahun 2023, karena ada perluasan lahan, kita pindah di sini.”

Sulthoni menegaskan kalau yang digunakan Urban Farming lahan milik tanah pemerintah kota Surabaya. Kehadiran kelompok tani sangat bermanfaat mamaksimalkan lahan kosong menjadi lebih bermanfaat dan berdaya guna.

“Masyarakat sendiri yang sukarela membentuk kelompok, membantu selain perekonomian keluarga sendiri, juga menambah gizi keluarga. Kita ada pembukuan, di kelompok tani ada pembukuan. Sebagian, itu untuk memenuhi gisi kelompok sendiri. Apabila ada kelebihan produksi, kita jual ke masyarakat. Ya itu untuk apa? Untuk beli bibit, beli pupuk, dan pengobatan lainnya.”

Sulthoni menambahkan sampai saat ini belum ada keuntungan signifikan sebenarnya. Belum ada keuntungannya sekedar untuk pembangunan gisi keluarga. Tapi ke depannya kalau kita dengan penambahan luas, kita harapkan produksi bisa lebih sehingga bisa dibilang ekonomisnya ada.

“Jadi selain di sini, kalau di kelurahan Balas Klumprik ada di RW 5 ada kelompok tani  Capin Manggala. Sama juga, dia saat ini sesuai arahan sayuran, dan utamanya cabai untuk mengendalikan inflasi yanag utama di cabai.”

Sayuran apa aja, jelas Sulthoni kalau di Pondok Maritim Indah ada kangkung, sawi, dan brokoli pakai polybag dan pot. Dengan pola sederhana ini kita hanya butuh pupuk dan lahan saja. Karena kalau hidroponik kan bisa bertingkat, dan bisa produksi besar, perawatannya juga besar.  Imm

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry