ugiyanto Direktur Operasi 1 PT PJB menerima Proper Emas. DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co  – Dua pembangkit PT PLN (Persero) Group meraih dua emas dalam ajang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER).

 Penghargaan itu diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutahan (KLHK) Tahun 2018.

PROPER Emas itu diraih Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas (PLTDG) Pesanggaran yang dikelola PT Indonesia Power (IP).

Serta  Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton yang dikelola Pembangkitan Jawa Bali (PJB).

Selain itu, 16 pembangkit PLN lainnya yang dikelola oleh PLN, IP dan PJB diganjar PROPER Hijau pada ajang yang sama.

Pemberian anugerah tersebut dilakukan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya di Jakarta, Kamis (27/12) lalu.

Dalam rilisnya kepada duta.co, Minggu (30/12), PLN menyebutkan tahun ini sebanyak 100 unit PLN Group menjadi peserta PROPER.

Dari tahun ke tahun PLN Group mampu meningkatkan pencapaian peringkat PROPER Emas dan Hijau.

Selain kedua PROPER tersebut, sebanyak 82 unit PLN Group juga menyumbangkan PROPER Biru.

PROPER Emas menjadi penghargaan tertinggi dari penilaian sebagai bukti upaya berkelanjutan perusahaan dalam bidang lingkungan.

Juga melakukan inovasi dalam aspek pemberdayaan sumber daya serta pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.

Artinya perusahaan telah menerapkan pengelolaan lingkungan secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Sedangkan, PROPER Hijau artinya perusahaan tersebut tidak hanya taat, tetapi melebihi ketaataan terhadap peraturan perundangan baik dalam hal penerapan sistem manajemen lingkungan.

Juga melakukan efisiensi energi, pengurangan dan pemanfaatan limbah B3, penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recyle) limbah padat non B3.

Perusahaan juga mengurangi pengurangan pencemaran udara dan emisi gas rumah kaca, efisiensi air dan penurunan beban pencemaran air, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pemberdayaan masyarakat.

Menteri LHK Siti Nurbaya dalam kesempatan tersebut menyampaikan PROPER bertujuan untuk mendorong perusahaan taat dalam lingkungan hidup.

Caranya dengan memperbaiki kinerja lingkungan hidup secara berkelanjutan melalui penerapan sumber daya, penurunan dampak lingkungan, dan perlindungan keanekaragaman hayati.

Serta perusahaan harus mampu melakukan bisnis yang bertanggung jawab sosial dan beretika melalui pemberdayaan masyarakat.

“Peran dunia usaha dalam berkolaborasi membangun ekonomi dan lingkungan secara harmonis sangat penting yang dapat dilakukan dengan cara mempertahankan komunikasi dengan sebaik-baiknya untuk tercapai keseimbangan,” ujar Siti Nurbaya.

Sementara itu, PLN mengungkapkan prestasi yang diperoleh ini merupakan hasil dari upaya kolaborasi yang apik antara korporasi dengan masyarakat.

Bagi PLN PROPER Emas dan Hijau dari KLHK ini penting sebagai legitimasi bahwa pengelolaan lingkungan yang dilakukan PLN bersama anak perusahaannya sudah sesuai yang digariskan pemerintah.

“Bahkan melebihi dari yang dipersyaratkan serta berhasil menciptakan keunggulan lingkungan dan bertanggung jawab terhadap masyarakat,” ungkap Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali.

Muhamad Ali menambahkan bahwa pencapaian ini adalah hal yang membanggakan dan menunjukkan komitmen kuat dari korporasi.

Tujuannya untuk senantiasa menyelenggarakan bisnis pembangkitan tenaga listrik dengan aman, bersih, hijau, andal, dan efisien.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara menyampaikan bahwa PROPER Emas yang diperoleh PLTU Paiton adalah sinergi yang berkelanjutan antara korporasi dengan masyarakat di sekitar wilayah pembangkit.

Iwan Agung bersyukur PLTU Paiton memperoleh PROPER Emas dua kali berturut-turut. Hal ini juga karena sinergi antara pembangkit, masyarakat dan alam tergambar jelas pada kondisi lingkungan sekitar PLTU Paiton 1-2.

Terumbu karang yang hanya sekitar 750 meter dari bibir pantai PLTU tetap terawat dan menjadi destinasi wisata baru yang menjadi tambahan pendapatan bagi masyarakat Desa Binor dan sekitarnya.

Berkat upaya pemberdayaan dan edukasi yang dilakukan PT PJB UP Paiton, kesadaran menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan ekosistem telah menjadi budaya baru di lingkungan masyarakat.

“Salah satunya, nelayan telah menggunakan metode baru yang lebih ramah lingkungan, sehingga dapat menjamin keberlangsungan populasi ikan dan kelestarian keankeragaman hayati laut,” jelas Iwan.

Adapun Indonesia Power memperoleh PROPER Emas karena mengedepankan aspek continuous improvement dan inovasi dalam segala hal sehingga melebihi dari yang dipersyaratkan oleh pemerintah.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Direktur PT Indonesia Power Sripeni Inten Cahyani yang menyatakan bahwa program unggulan CSR PLTDG Pesanggaran menjadi salah satu upaya terbaik dalam peraihan penghargaan tersebut.

Program unggulan CSR Indonesia Power adalah program TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) yang memberdayakan masyarakat sekitar untuk mengolah sampah menjadi “pellet”.

Pelet ini bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar kompor untuk memasak, bahkan ke depannya bisa dimanfaatkan untuk campuran batubara low rank sebagai energi primer pembangkit listrik.

“Selain TOSS juga terdapat program unggulan CSR Indonesia Power lainnya, yaitu Program pengembangan Serati Banten Yadnya Santhi, Penangkaran Tukik pantai Saba, Konservasi Lembu Putih Taro,” ujar Sri. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.