Plt Ketua Dekransda Kab. Trenggalek, Novita Handini Nur Arifin, saat peringatan Hari Jadi ke-38 Dekranas di Gallery Gemilang, Kamis (8/3/2018). (DUTA.CO/HAMZAH)

TRENGGALEK | duta.co — Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini Nur Arifin, berharap lembaganya mampu mandiri. Selain itu, bisa menyambungkan kepentingan masyarakat yang sedang berusaha mengangkat ekonominya, sehingga UKM di Trenggalek bisa bersaing di pasar global.

Selain itu, istri Plt Bupati Trenggalek, H Moch Nur Arifin ini mengajak Dekranasda Trenggalek agar mencapai terobosan di era digital dalam bersaing di pasar dunia.

Hal ini disampaikannya saat membuka acara tasyukuran HUT ke-38 Dekranas yang digelar di Gallery Gemilang, Jalan Panglima Sudirman Trenggalek, Kamis (8/3/2018).

Novita mengatakan, momentum tasyakuran ini untuk melecut para pengusaha kecil dan pengrajin, yang bertebaran serta tumbuh di wilayah Trenggalek agar lebih semangat berinovasi serta saling berkomunikasi dalam meningkatkan produksinya.

“Kita berharap melalui Dekranasda akan lebih membangkitkan usaha kecil dan produksi kerajinan yang berbasis lokal,” katanya.

Dikatakannya, pada peringatan Hari Jadi ke-38 tahun ini, Dewan Kerajinan Nasional mengangkat tema “Pengrajin Dekranas Kreatif di Dunia Digital”. Tema tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam membangun digitalisasi ekonomi.

“Kita tengah menyiapkan aplikasi Qlue dan Tripdiky yang akan membantu pemasaran hasil produk para UKM baik binaan Pemkab atau yang belum,” lanjutnya.

Novita menyampaikan, bahwa melalui acara syukuran merupakan sebuah doa dengan harapan Dekranasda Kabupaten Trenggalek dapat menyerap aspirasi masyarakat pengusaha sebaik-baiknya sebagaimana yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

“Harapan saya agar Dekranasda di Trenggalek ini bisa betul-betul menjadi ‘kaki’-nya para UKM yang ada di Trenggalek,” ungkap Novita.

Selebihnya, dia meminta dinas terkait agar membantu promosi produk kerajinan dan barang lainnya yang dihasilkan para UKM melalui apa saja, termasuk pameran, display di Gemilang atau melalui jejaring yang dibangun dinas. Dan tentunya tidak lupa, Novita meminta dinas untuk kontinyu dalam melakukan pembinaan kepada UKM yang belum tergabung.

“Terlebih kepada UKM-UKM kecil yang belum di-blow up itu bisa mendapatkan pelatihan terkait bagaimana suatu produk bisa memenuhi standar, memenuhi packaging yang sesuai dengan permintaan pasar,” imbuhnya.

Masih menurut Novita, pengrajin maupun pengurus Dekranasda dapat memanfaatkan media digital, baik untuk mengakses informasi maupun memasarkan produk-produknya secara online sehingga mampu menembus pasar dunia.

“Pelatihan digitalisasi juga penting dinas lakukan agar mereka tahu kekurangan dan kelebihan serta peluangnya,” terangnya.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan, M Siswanto berharap Dekransda dapat menjadi tumpuan bagi pengusaha kecil dan mikro dalam menunjang produk- produk bikinan asli Trenggalek. Tidak hanya pengrajinnya saja, katanya, namun bahan-bahan yang dibutuhkan sebisa mungkin juga berasal dari Trenggalek.

“Kita akan coba lebih memetakan produk yang asli Trenggalek untuk dikembangkan promosinya,” pungkasnya. (ham)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.