Keterangan foto FGD PKS (kiri) dan kirab budaya dalam rangka HSN di Sidoarjo. (FT/LOETFI)

SURABAYA | duta.co – Hari Santri Nasional (22 Oktober) semakin meriah. Di Sidoarjo misalnya, Minggu (20/10/2019) berlangsung kirab bendera raksasa (bendera NU dan Merah Putih). Tak tanggung-tanggung, sebanyak 40 ribu santri tumplek blek, memadati Alun-alun Kabupaten Sidoarjo.

Mereka dengan hikmad mengikuti rangkaian acara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang digelar sedari pagi. Start pawai dimulai dari Pendopo Sidoarjo, kemudian berjalan melewati Jalan Ahmad Yani, Jalan Gajah Mada, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Diponegoro, dan Finish di Masjid Agung Sidoarjo.

Dibentangkan Merah Putih sepanjang 1.000 meter . “Melalui kegiatan ini sebagai wujud kecintaan kami Tanah Air. Santri dan Republik Indonesia tidak dapat dipisahkan. Sebagai Islam Nusantara, acara kami kemas dengan Pawai Santri Nusantara. Di dalamnya terdapat parade budaya dari berbagai ranting se-Kabupaten Sidoarjo, ada Parade Merah Putih dengan kirab bendera merah putih sepanjang 1.000 meter,” jelas Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sidoarjo Rizza Ali Faizin.

Tak ketinggalan Polresta Sidoarjo. Institusi Polri ini menurunkan sebanyak 340 personel gabungan. “Sejak beberapa minggu sebelum acara, kami terus melakukan koordinasi dengan panitia peringatan HSN serta pihak terkait, agar acara berjalan dengan tertib, aman dan kondusif. Alhamdulillah, berjalan lancar,” demikian Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho.

PKS Pilih Gelar FGD

Sementara, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam menyambut HSN tahun ini, memilih menggelar FGD (Focus Group Discussion) di ruang Pleno Fraksi PKS DPR RI, Senayan. Tepatnya di hari santri nasional, Selasa (22/10).

Partai yang kini banyak diisi kader nahdliyin itu, menghadirkan Prof Dr KH Ahmad Zahro, MA Al-Chafidz (Rektor Unipdu) Rejoso, Jombang. Dr KH Ahmad Hidayatullah (PP Gontor). Dr KH Ahzami Samiun Jazuli MA (Pembina Majelis Pesantren). Prof DrPhil Komaruddin Amin (Dirjen Pendis Kemenag RI) dan Dr H Abdul Mu’ti, Med (Sekum PP Muhammadiyah).

Ketua Panitia FGD HSN, KH Mahmud Mahfud, kepada duta.co menjelaskan, bahwa, sampai saat ini, banyak sekali pemikiran almaghfurlah KH Hasyim Asy’ari — tentang bagaimana seharusnya kita berbangsa dan bernegara – yang, belum tergali. Dan, ini penting bagi generasi mendatang guna memperkokoh kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Dari FGD itu, kita berharap adanya penetrasi pemikiran beliau. Dari situ kita perdalam sikap moderasi Islam. Menumbuhkan sikap tasamuh, lapang dada dan terbuka dalam perbedaan. Sejarah membuktikan, almaghfurlah Mbah Hasyim berhasil membangkitkan semangat juang dalam berbangsa dan bernegara, sekaligus membangun harmoni, serasi, selaras antara prilaku dan keyakinan,” jelasnya. (loe,mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry