DPD PKS Jombang saat mengikuti pelantikan secara virtual, Minggu (21/2/2021). [Foto/Istimewa/beritajatim.com]

JOMBANG | duta.co – Seluruh DPD PKS (Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera) di Provinsi Jawa Timur, Minggu (21/2/2021), dilantik secara virtual. Masing-masing daerah tancap gas, pasang target Pemilu 2024.

DPD PKS Kabupaten Jombang, misalnya, menargetkan 15 persen suara atau setara 7 hingga 8 kursi di DPRD dalam pemilu legislatif 2024. Selain itu, partai berlambang bulan sabit dan padi ini, juga manargetkan pembentukan kepengurusan hingga tingkat RT (rukun tetangga).

“Logis, masuk akal. Karena wajah PKS hari ini sangat menarik. Di kancah perpolitikan nasional, PKS berhasil menempatkan diri sebagai oposisi yang santun. Partai ini konsisten dalam perjuangannya. Ini modal besar PKS pada Pileg 2024,” demikian disampaikan H Abdul Kholiq, mantan Ketua PC GP Ansor Jombang kepada duta.co, Minggu (21/2/2021).

Target 8 Kursi di DPRD Kabupaten Jombang,  ini mengemuka saat pelantikan MPD (Majelis Pertimbangan Daerah), DPD (Dewan Pengurus Daerah), DED (Dewan Etik Daerah) PKS Jombang periode 2020-2025, Minggu (21/2/2021) yang dilakukan secara Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan dan Ketua DSW (Dewan Syariah Wilayah) Dr Kiai Haji Muhammad Ajir Abdi Moenip. Pesertanya, Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) di 38 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.

Ketua DPD PKS Jombang, Didik Darmadi, menjelaskan, selain menghasilkan kepengurusan delapan DPTD dan sebelas bidang, pelantikan tersebut juga menelurkan empat rekomendasi. Diantaranya, meneguhkan PKS menjadi parta Islam yang Rahmatan Lil’alamin dan menargetkan 15 persen kursi DPRD Jombang pada pemilu 2024.

Selain itu juga membentuk kepengurusan hingga tingkat RT, serta mendorong kader terbaik untuk majuk dalam pilkada Jombang periode mendatang. Oleh sebab itu, lanjut Didik, usai pelantikan pihaknya langsung tancap gas untuk melaukan kerja-kerja riil.

“Pada pemilu 2024, PKS Jombang menargetkan 15 persen suara atau 7 hingga 8 kursi. Jumlah tersebut harus meningkat dua kali lipat dibanding perolehan kursi sekarang. Saat ini PKS memiliki 3 kursi di DPRD Jombang,” ujar Didik.

“Kami siap memperkuat jejaring kepengurusan hingga tingkat RT yang setara dengan 10.314 anggota. Kami juga meneguhkan PKS menjadi partai Islam yang Rahmatan Lil’alamin,” ujar Arifin sembari mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu terlaksananya pelantikan DPTD PKS se-Kabupaten Jombang sebagaimana dikutip beritajatim.com.

Wajib Orientasi Massa
Cak Kholiq (Kiri) dan sejumlah tokoh Parpol Kabupaten Jombang. (FT/IST)

Membaca target dan program PKS Jombang, Abdul Kholiq yang juga mantan anggota DPRD Jombang dari Fraksi PDI Perjuangan, menyebutnya realistis. Tetapi, semua itu membutuhkan kerja keras, tidak sekedar jargon, karena Jombang adalah basis nahdliyin, NU.

“Hari ini, isu yang melilit kuat PKS mulai pudar. Selama ini partai dakwah itu dicap sebagai sarang Wahabi. Kini, stigma itu sudah cair. Warga NU mulai tidak percaya, bahkan sudah tidak peduli. Karena, faktanya, tidak sedikit tokoh PKS yang berlatar nahdliyin, santri, alumni pesantren. Ini yang pertama,” tambahnya.

Kedua, lanjutnya, harus berani ‘keluar kandang’. Tidak boleh berkutat sebagai partai kader. “Bahwa itu penting sebagai modal militansi internal, ya! Tetapi, untuk memperkuat jaringan massa, PKS harus berani ‘keluar kandang’. Dengan begitu partai ini bisa meraih dua tujuan sekaligus, antara politik identitas dan memenangkan kontestasi politik,” urainya.

Belajar dari pengalaman, jelas Cak Kholiq panggilan akrabnya, PKS juga butuh dukungan dari berbagai pihak dalam pemilu. Di sini PKS butuh massa. Sebagai partai massa, PKS tidak boleh terlalu menonjolkan politik Islamnya.

“Salut! Belakangan ini PKS lebih menonjolkan tema-tema umum seperti pemberantasan korupsi, profesionalisme pemerintahan, kebijakan seimbang antara industrialisasi, buruh dan pertanian. Ini akan membuka jalan lebar bagi PKS pada 2024,” pungkasnya. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry