JAKARTA | duta.co – Pemilu 2029 semakin dekat. Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) terus melakukan konsolidasi internal. Momentum suci bulan Ramadan 1447 H  jadi tonggak sejarah baru bagi PKN Jawa Timur.

Jumat, 13 Maret 2026, Pimpinan Nasional (Pimnas) PKN secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan untuk Pimpinan Daerah (Pimda) Jawa Timur. “Seluruh piranti partai akan bergerak masif. Di Jatim PKN tak boleh kalah dengan yang lain,” demikian disampaikan Toni Siswanto, SH kader PKN asal Jombang, Jatim kepada duta.co, Sabtu (14/3/26).

‎Penyerahan mandat tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum PKN, Gede Pasek Suardika, didampingi Sekjen Sri Mulyono dan Waketum Deny Charter di Kantor Pimnas PKN, Jakarta. Ardi Krisnamurti, alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dipercaya untuk memegang tongkat estafet kepemimpinan sebagai Ketua Pimda PKN Jawa Timur.

Secara hukum, PKN telah memperkuat fondasi organisasinya sejak berbadan hukum pada 7 Januari 2022. Penyerahan SK di tingkat provinsi ini merupakan langkah administratif krusial sesuai dengan UU Partai Politik guna memastikan seluruh gerak organisasi di Jawa Timur berjalan di koridor hukum yang sah.

‎Menurut Toni, selaku Ketua Pimpinan Cabang (Pimcab) PKN Kabupaten Jombang, legalitas ini sangat penting. “Sebagai kader yang memahami aspek hukum, saya melihat penyerahan SK ini adalah bentuk kepatuhan organisasi terhadap konstitusi. Ini memberi kepastian hukum bagi kami di tingkat cabang untuk bergerak lebih masif di masyarakat,” ujar praktisi hukum tersebut.

Pemilu 2029, jelasnya, ‎ada angin perubahan di tangan Alumnus ITS. Penunjukan Ardi Krisnamurti dipandang sebagai langkah strategis untuk mengawinkan kecerdasan manajerial dengan semangat pergerakan. Sebagai sosok yang besar di lingkungan akademisi teknik, Ardi diharapkan mampu membawa presisi dalam pemetaan politik di Jawa Timur.

‎Tantangan PKN Jatim ke depan adalah bagaimana menerjemahkan ideologi Pancasila dan Wawasan Nusantara menjadi program yang “membumi”. Dengan komitmen Ardi untuk menggandeng tokoh senior dan kaum milenial, PKN berpotensi besar menjadi kekuatan alternatif yang segar di tengah kejenuhan politik transaksional.

PKN akan konsisten di jalur kerakyatan. Menurut Ardi Jawa Timur memiliki basis kebudayaan yang sangat kuat, mulai dari semangat Majapahit hingga kearifan lokal santri dan pesisiran.

“Kami sudah menyiapkan program-program yang langsung bersentuhan dengan urat nadi ekonomi dan budaya masyarakat. PKN hadir bukan untuk sekadar berpolitik, tapi memperjuangkan identitas Nusantara,” tegas Ardi.

‎Senada dengan itu, Toni Siswanto, S.H. menambahkan bahwa pihaknya di Jombang siap mengawal visi besar ini. “Kami di Jombang akan menjadi garda depan dalam mengimplementasikan program Pimda. Sinergi antara pusat, daerah, dan cabang adalah kunci agar PKN semakin dicintai masyarakat,” pungkasnya.(*)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry