
JOMBANG| duta.co — Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang terus memperkuat kaderisasi di tengah perubahan zaman. Melalui Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) “Golden”, sebanyak 45 kader disiapkan menjadi generasi penerus yang memiliki kapasitas kepemimpinan, militansi, sekaligus kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Ketua PC GP Ansor Jombang, Taufiqi Fakkaruddin Assilahi (Gus Fiqih), menegaskan kaderisasi bukan sekadar mencetak anggota baru. Lebih dari itu, kaderisasi menjadi ruang untuk menyiapkan calon pemimpin yang mampu mengemban amanah organisasi dan hadir di tengah masyarakat.
PKL Golden menjadi salah satu tahapan penting untuk meningkatkan kualitas kader. Peserta dibekali penguatan kapasitas organisasi, kepemimpinan, literasi digital, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan yang berkembang di masyarakat.
Yang menarik, PKL Golden juga membawa semangat digitalisasi kaderisasi. Pelaksanaan kegiatan mulai memanfaatkan sistem digital, termasuk administrasi peserta, pelaporan kegiatan hingga sistem presensi menggunakan Near Field Communication (NFC).
Digitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya GP Ansor Jombang agar kaderisasi lebih tertib, efektif dan mengikuti perkembangan teknologi.
“Bukan hanya bagaimana kader mampu berorganisasi, tetapi juga bagaimana kader memiliki kapasitas dan kemampuan menghadapi tantangan zaman,” kata Gus Fiqi, Minggu (23/8).
Menurutnya, kader GP Ansor ke depan harus mampu menjadi bagian dari solusi atas persoalan masyarakat. Karena itu, militansi saja tidak cukup. Kader juga harus memiliki pengetahuan, keterampilan, kemampuan komunikasi dan kecakapan memanfaatkan teknologi.
PKL Golden sekaligus diarahkan untuk membentuk kader yang memiliki komitmen pengabdian kepada agama, bangsa dan Nahdlatul Ulama (NU).
Dari 45 peserta yang mengikuti pelatihan ini, diharapkan lahir kader-kader yang tidak hanya siap menjalankan roda organisasi, tetapi juga mampu mengambil peran strategis dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Kaderisasi hari ini adalah investasi kepemimpinan GP Ansor di masa depan. Dan PKL Golden menjadi salah satu ikhtiar untuk memastikan estafet tersebut tidak berhenti. “Pendidikan ini kami lakukan mulai 22 sampai 25 Agustus,”pungkasnya.(din)





































