
SIDOARJO | duta.co – Kalau soal kekompakan, jangan tanya, emak-emak jagonya. Itulah yang ditampilkan ibu-ibu PKK dan Posyandu di RW-10 Perumahan Graha Permata Sidorejo Indah (GPSI). Sejak membesut aksi lomba, PKK dan Posyandu tampil all out, pun program mengentas stunting di RW-10, tertangani dengan baik.
“Alhamdulillah, di RW 10 ini nyaris selesai soal stunting,” jelas Ny Budi dan Ny Solikan dari Posyandu RW-10 usai acara ‘jalan sehat’, Minggu (23/8/26).

Hal yang sama disampaikan Ny Sudarto, yang hari-harinya berurusan dengan program PKK. Menurutnya, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Sekarang ibu-ibu (PKK) lebih konsentrasi kepada pemberdayaan ekonomi mikro, kecil dan menengah. Kalau APKLI memiliki program strategis mendongkrak ekonomi warga, maka, bisa diwujudkan bersama-sama,” tegasnya.
Sekretaris RW-10 GPSI, Mustain, mengacungkan jempol atas kekompakan ibu-ibu perumahan termasuk dalam membangkitkan Usaha Mikro dan Kecil (UMK). “Kalau tidak salah ada program Wajib Halal Oktober 2026 (WHO 2026) oleh pemerintah. Dan ditetapkan batas akhir kewajiban sertifikasi halal mulai 18 Oktober 2026. Kebijakan ini berlaku bagi produk makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimia/biologi, serta pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) beserta produk impor. Pelaku usaha yang belum patuh terancam sanksi administratif. Ini ada ada advokasi,” terangnya.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Sidorejo, H Heri Sucipto Ahmadi, ST bersama istri, Ketua DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kabupaten Sidoarjo, Dra Sri Wahyuningsih, Bendahara DPD APKLI Sidoarjo, Endah Churrotin, Wakil Bidang Umum Rudiyono, Sekretaris DPC APKLI Krian, RR Fitriani, anggota BPD Ita Purwanti dan Kepala Dusun Madubronto, Riyaning. (mky)





































