Ketua PC GP Ansor Kota Surabaya, Achnaf Al-Ashbahani FR saat menjadi pemateri di Pelatihan Kader Dasar II (PKD II), MA Alif Laam Miim Surabaya, Selasa (20/10/2026). Foto Dok. MA Alif Laam Miim Surabaya

SURABAYA | duta.co – Suasana pelatihan di Ballroom Al-Rohmah Lantai 2, kawasan Pesantren Alif Laam Miim Surabaya, berlangsung dengan antusias saat para siswa mengikuti Pelatihan Kader Dasar II (PKD II), Selasa (20/10/2026). Kegiatan yang digelar Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MA Alif Laam Miim Surabaya ini menjadi ruang pembelajaran bagi siswa kelas X dan XI untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan, komunikasi, serta manajemen organisasi.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua PC GP Ansor Kota Surabaya, Achnaf Al-Ashbahani FR, M.Pd., memberikan materi tentang kepemimpinan berbasis keteladanan dan karakter Rasulullah SAW. Materi ini menekankan pentingnya membangun karakter dan akhlak sebagai fondasi bagi generasi muda yang kelak mengemban tanggung jawab kepemimpinan.

“Materi kepemimpinan berbasis keteladanan dan karakter Rasulullah ini penting untuk membentuk karakter calon pemimpin yang berakhlak sejak dini. Kami ingin para santri tidak hanya memahami kepemimpinan secara teori, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai keteladanan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Achnaf.

Menurut dia, pembentukan karakter pemimpin tidak cukup hanya melalui penguasaan teori organisasi. Para santri juga perlu memahami nilai moral, tanggung jawab, dan semangat pengabdian agar mampu menjalankan peran kepemimpinan dengan baik.

Selain membahas keteladanan Rasulullah, Achnaf mengajak para peserta menumbuhkan rasa cinta Tanah Air dengan mengenang perjuangan para ulama, pahlawan, dan syuhada yang telah berkorban bagi bangsa. Sesi tersebut ditutup dengan refleksi perjuangan serta doa bagi para pahlawan dan syuhada dalam momentum peringatan Hari Santri.

“Selain membentuk karakter kepemimpinan, kami ingin menumbuhkan jiwa nasionalisme santri dengan mengingat kembali perjuangan dan pengorbanan para ulama serta pejuang bangsa. Semangat perjuangan itu perlu terus diwariskan kepada generasi muda,” katanya.

Achnaf berharap pembekalan tersebut dapat melahirkan generasi santri yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga mampu mengembangkan kapasitas intelektual dan mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat serta berbangsa.

“Kami berharap lahir kader santri yang berintegritas, tangguh menjaga benteng keagamaan, unggul secara akademik, dan siap melanjutkan estafet kepemimpinan untuk menjaga NKRI,” tuturnya.

PKD II OSIM MA Alif Laam Miim Surabaya berlangsung selama dua hari, 20–21 Oktober 2026. Mengusung tema “Membangun Jiwa Kepemimpinan yang Visioner, Manajemen Organisasi yang Profesional, serta Komunikasi yang Efektif Demi Mewujudkan Organisasi yang Solid dan Aktif”. Selain materi kepemimpinan, rangkaian kegiatan juga mencakup pembelajaran komunikasi dalam organisasi, manajemen organisasi, administrasi, serta penyusunan proposal kegiatan.

Sesi lain, panitia juga menghadirkan Adellia Syarifah, Ketua PC IPPNU Kota Surabaya, membawakan materi Komunikasi Dalam Organisasi. Mengulas keterampilan dasar dalam berorganisasi, mulai dari keberanian menyampaikan pendapat, seni mendengarkan secara aktif (active listening), hingga keterampilan berdiskusi untuk membangun kesepahaman antaranggota.

Di hari kedua, Rabu (21/10/2026), peserta dibekali materi Manajemen Organisasi oleh Raisatul Muttaqin A., Ketua PC PMII Kota Surabaya. Membedah empat pilar utama manajemen acara dan organisasi yaitu dengan adanya perencanaan matang sebelum kegiatan, pembagian struktur kerja yang jelas, pelaksanaan kegiatan secara optimal.engawasan dan evaluasi berkala.

Melalui pelatihan ini, OSIM MA Alif Laam Miim Surabaya berupaya menyiapkan kader organisasi yang memiliki wawasan kepemimpinan, mampu bekerja secara profesional, dan siap berkontribusi dalam membangun organisasi siswa yang aktif serta solid. (Rid)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry