Suasana Muscab PKB Jombang.

JOMBANG | duta.co – Ketua DPP PKB Daniel Johan menyebut, hubungan historis PKB dan NU bukan sekadar romantisme masa lalu, tetapi fondasi strategis yang harus dirawat secara nyata dalam gerak politik ke depan.

Muscab kali ini, menurutnya, diarahkan untuk memastikan seluruh struktur partai di tingkat cabang hingga ranting memahami kembali posisi PKB sebagai rumah politik warga nahdliyin.

“PKB lahir dari rahim NU. Maka sudah seharusnya langkah politik PKB sejalan dengan denyut nadi warga NU di bawah,” ujarnya. Minggu (5/4).

Ia menekankan pentingnya PKB menjaga hubungan organik dengan NU, bukan hanya dalam momentum politik elektoral, tetapi dalam kerja-kerja sosial kemasyarakatan. Menurutnya kekuatan PKB tidak semata di kursi parlemen, melainkan pada kedekatannya dengan kultur pesantren, kiai, dan jaringan sosial NU yang mengakar hingga desa.

“Kalau PKB ingin besar, jangan pernah menjauh dari NU. Rawat komunikasi dengan kiai, pesantren, dan jam’iyah. Itu bukan strategi politik sesaat, tapi napas panjang PKB,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar kader PKB di daerah tidak terjebak pada politik pragmatis yang menjauhkan partai dari basis ideologisnya. Muscab, katanya, harus melahirkan komitmen baru untuk menjadikan sinergi dengan NU sebagai program strategis, terukur, dan berkelanjutan. (din)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry