MENYALA : Kondisi lampu PJU yang tidak menyala di jalan raya Tikung-Mantup, lamongan selatan, Selasa (23/06) (duta.co/ardy)

LAMONGAN | duta.co –  Pengguna jalan di sekitar jalan raya Mantup Lamongan Selatan mengeluh kondisi gelap akan lega. Pasalnya lampu PJU solar cell yang sudah tidak menyala akan dilakukan pemeliharaan oleh dinas terkait.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lamongan Siti Zulkah mengungkapkan, tahun ini PUPR Lamongan akan mengalokasikan anggaran pemeliharaan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) solar cell sebanyak 15 titik.

” Sehubungan dengan adanya pandemi Covid-19, kita belum bisa menganggarkan semuanya, namun untuk tahun ini paling tidak kita sudah berupaya ada 15 titik PJU yang akan kita lakukan pemeliharaan,” kata Siti Zulkah, Selasa (23/06/2020).

Dia menjelaskan, dari total 15 PJU tersebut, akan dilakukan pemeliharaan tiga banding satu, yaitu dari tiga PJU yang sudah tidak berfungsi akan diperbaiki satu PJU yang baru, jadi jaraknya bisa agak lebih jauh dengan yang lainnya.

“Sementara ini yang dipelihara hanya 15 titik, kedepan akan lebih ditingkatkan lagi pemeliharaannya, tidak hanya wilayah selatan tapi di semua wilayah yang ada pembangunan solar cell,” terangnya.

Pantauan duta.co Selasa (23/06) di sekitaran wilayah Lamongan selatan, banyak lampu PJU solar cell yang memang tidak menyala dan berfungsi untuk penerangan jalan. Kondisi jalan raya menjadi gelap, rawan terjatuh dan juga terjadi kecelakaan.

Seperti terlihat di jalan raya Tikung arah Mantup dan juga Kembangbahu, mulai dari SMPN Tikung hingga kantor kecamatan belum ada satupun lampu jalan PJU yang berfungsi untuk bisa menerangi jalan. Hanya lampu milik warga yang kebetulan berada didepan rumah.

Minimnya penerangan jalan di wilayah Lamongan selatan, warga atau pengguna jalan banyak yang mengeluh. Warga mengungkapkan hendaknya lampu PJU solar cell jalan itu segera diperbaiki, supaya kondisi jalan raya tidak menjadi gelap.

” Pengguna jalan juga merasa aman dan nyaman, tidak ada pikiran yang aneh-aneh sewaktu melintas disitu. Sangat membahayakan bagi pengguna jalan yang belum hafal lokasi, khususnya yang baru pertama lewat,” kata Suwandi warga Kembangbahu.

Dia berharap, instansi ataupun dinas terkait tanggap akan hal ini. Menurutnya, keselamatan pengguna jalan harus lebih diutamakan, dan itu menjadi tanggung jawab kita bersama, dalam undang-undang juga sudah diatur. ard

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry