Jalan raya Kabuh - tapen yang akan dipasang PJU,.

JOMBANG | duta.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang mulai mematangkan rencana pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan industri strategis wilayah utara. Proyek bernilai Rp2,03 miliar itu merupakan proyek strategis yang akan membentang sepanjang 8 kilometer, dari Perempatan Kabuh hingga Pertigaan Tapen, sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pendukung kawasan industri.

Ruas jalan tersebut merupakan kawasan industri yang telah ditetapkan Pemkab Jombang dan menjadi jalur vital mobilitas kendaraan berat. “Di wilayah itu terdapat dua kawasan industri besar. Jalannya juga merupakan jalan cor kelas satu yang dibangun sejak tahun 2024 melalui bantuan dari Kementerian PUPR,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang, Sugianto, melalui Kepala Bidang Lalu Lintas, Yohan Kartika, Selasa (27/1).

Meski telah terdapat PJU di perempatan Kabuh dan Pertigaan Tapen, kondisi penerangan jalan dinilai masih belum memadai. Minimnya PJU disebut berpotensi mengganggu keselamatan lalu lintas, terutama pada malam hari, seiring meningkatnya aktivitas industri dan arus kendaraan logistik.

Saat ini, Dishub Jombang bersama perangkat daerah terkait masih melakukan survei lapangan dan tahap perencanaan. Pada Februari 2026, Dishub dijadwalkan menggandeng konsultan perencana sebelum proyek tersebut diaudit oleh Inspektorat.

“Jika semua tahapan berjalan sesuai aturan yang berlaku, proses lelang diperkirakan berlangsung pada Maret atau April,” jelas Yohan.

Ia menambahkan, proses lelang proyek PJU tersebut akan dilaksanakan melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Pemkab Jombang, yang menjadi kewenangan Sekretaris Daerah (Sekda).

Dalam rencana teknis, proyek ini diperkirakan mencakup sekitar 200 titik lampu dengan spesifikasi daya 90 watt dan ketinggian tiang sekitar 6 meter. Waktu pelaksanaan diproyeksikan memakan waktu kurang lebih tiga bulan sejak kontrak efektif.

Pembangunan PJU di kawasan industri ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan lalu lintas, memperlancar aktivitas ekonomi, serta memperkuat kesiapan infrastruktur Jombang sebagai daerah penyangga investasi.

“Penerangan jalan diperlukan sebagai bagian dari upaya menghadirkan rasa aman karena di daerah tersebut sering terjadi kecelakaan, sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan industri,” pungkas Yohan. (din)