SURABAYA | duta.co – Yopi Agus Darmanto (36) akhirnya dibekuk Tim Anti Bandit Polsek Tegalsari. Pasalnya, pria yang bertempat tinggal di Jl Keputran Kejambon II Surabaya ini menjadi pengedar sabu-sabu di wilayah hukum Polsek Tegalsari.

Penangkapan berawal saat Tim Anti Bandit Polsek Tegalsari yang melakukan patroli pada 25 Juli 2017 lalu, tiba-tiba mendapat informasi dari masyarakat yang melaporkan bahwa pelaku Yopi yang merupakan DPO Polsek Tegalsari telah melakukan transaksi sabu di perempatan Jl Urip Sumoharjo Surabaya.

Selanjutnya Tim Anti Bandit Polsek Tegalsari menindaklanjuti dengan cara mendatangi tempat tersebut. Benar saja disana ada pelaku yang tengah berjalan santai. Tak ingin buruannya kabur, petugas langsung menyergap pelaku dari belakang dan langsung menggeledahnya.

Saat pelaku digeledah tidak ditemukan bukti apapun. Namun petugas tak percaya begitu saja, pelaku kemudian dikeler ke rumahnya untuk mencari barang buktinya. Cukup lama mencari, pelaku akhirnya pasrah dan mengakui saat polisi menemukan 8 poket sabu-sabu dengan berat total 2,27 gram, sebuah timbangan elektrik serta uang tunai Rp 350 ribu yang ditemukan dikamar rumahnya.

Pelaku yang tak berkutik akhirnya diamankan ke Mapolsek Tegalsari beserta barang buktinya untuk diperiksa lebih lanjut. “Pelaku sendiri ternyata adalah residivis kasus pencurian dengan kekerasan (curas) dan ditangkap anggota Polsek Tegalsari di tahun 2002 lalu,” ujar Waka Polsek Tegalsari AKP Ikhwan didampingi Kanit Reskrim Polsek Tegalsari Iptu Zainul Abidin, Jumat (11/8).

Ikhwan menambahkan, saat dilakukan penyidikan pelaku ini ternyata sudah 2 bulan melakukan transaksi sabu-sabu di wilayah Polsek Tegalsari, seperti di Jl Wonorejo dan di Jl Pandegiling Surabaya.

“Nah untuk sistem transaksinya, biasanya si pemesan menelpon langsung pelaku, kemudian ketemu kasih barang dan langsung bayar ditempat,” tambahnya.

Sementara itu dihadapan polisi, Yopi mengaku hanya mau menjual sabu-sabu kepada temannya sendiri. “Saya takut pak kalau jual ke anak sekolah atau yang tidak dikenal, takut ketahuan,” aku pria bertato ini.

Ditanya asal usul dirinya mendapat sabu-sabu, Yopi mengatakan bahwa biasa kulakan sabu-sabu dari temannya bernama Johan yang dikenalnya saat dulu sama-sama di penjara. “Saya terpaksa jualan ginian (sabu-sabu) pak, saya butuh uang untuk beli susu anak saya,” imbuh pria dengan satu anak ini. tom/gal

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan