Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans (duta.co/faizal)

SURABAYA  | duta.co -Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans kandidat Cawali Surabaya dikenal cukup dekat dengan Khofifah Indar Parawansa. Maklum di Pilgub Jatim 2018 dirinya menjadi bagian dari tim sukses dan menjabat sebagai Juru Bicara (Jubir).

Bagi sebagian masyarakat hal ini dianggap sebagai modal Gus Hans untuk maju di Pilwali Surabaya 2020. Mmenariknya, Gus Hans malah enggan ‘mengumbar’ kedekatannya dengan Khofifah untuk kepentingan maju di Pilwali Surabaya.

“ Saya paling tidak suka melibatkan aparat negara. Beliau sekarang menjadi aparat negara,” katanya usai ngobrol santai soal Surabaya di Rumah Makan Bebek Goreng Harissa Merr.

Tak hanya sekarang saja, saat Pilgub Jatim lalu Gus Hans juga enggan memanfaatkan hubungan Khofifah dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memenangi kontestasi.

“Ketika Mas Basarah (saat itu Wasekjen DPP PDIP) menyampaikan bahwa Pak Jokowi mendukung Gus Ipul, saya sampaikan agar jangan mendegradasi nilai presiden untuk kepentingan kontestasi,” katanya.

Hal itu yang selalu ditekankan Gus Hans, walaupun dia tahu Khofifah konekting langsung Jokowi, tetapi menjadi tidak baik untuk pendidikan politik.

“Kalau misalnya kita mengkapitalisasi kedekatan dengan aparat dan sebagainya, biarkan menjadi konsumsi diri sendiri, tidak untuk disampaikan di wilayah publik,” jelasnya.

Bagi Gus Hans, politik tetap harus punya proses edukasi kepada masyarakat, bukan sekadar menang dan kalah. Apalagi sampai mengkapitalisasi kedekatan dengan pejabat. Itu prinsip!

Namun Gus Hans memastikan, setiap langkah politik yang diambilnya terkait Pilwali Surabaya 2020 selalu dikomunikasikan dengan Khofifah. “Ya insyaallah,” ucap wakil ketua DPD Partai Golkar Jatim tersebut. (zal)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry