SURABAYA | duta.co – DPD Partai Gerindra Jawa Timur bersama Partai Golkar membahas peluang kerjasama di Pilkada serentak. Sampai saat ini setidaknya ada 17 dari 38 kabupaten/kota yang menjadi titik koalisi kedua partai pemenang pilpres ini. Jumlah ini masih bisa bertambah sesuai dinamika politik yang terjadi.

Daerah itu adalah Surabaya, kota Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Jember, Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Jombang, Nganjuk, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Sampang, dan Pamekasan.

Hal ini terungkap dari kunjungan balasan yang dilakukan Golkar Jatim, Jumat (24/5/2024) di kantor DPD Gerindra Jatim.

Ketua DPD Golkar Jawa Timur, Sarmuji menjelaskan pertemuan ini merupakan kunjungan balasan setelah Gerindra ke DPD Golkar Jatim beberapa waktu lalu. Bagi Sarmuji, Golkar bersama Gerindra memiliki kesamaan dalam ide membangun daerah. Terutama, saat keduanya bersama dalam poros Koalisi Indonesia Maju (KIM) saat sama-sama mengusung Prabowo-Gibran di Pemilihan Presiden 2024.

Usai pertemuan, Sarmuji tak memungkiri bahwa pertemuan ini juga mematangkan wacana koalisi di Pilkada. Berkaca pada hasil Pemilu 2024, Gerindra maupun Golkar memiliki cukup kursi yang memungkinkan kedua partai ini menjalin kerja sama di level daerah.

“Insya Allah, ada banyak titik yang bisa kita kerjasamakan dengan Partai Gerindra. Kalau bisa saling kerjasama, kita akan saling akan menguatkan dan membesarkan masing-masing partai dan Jawa Timur yang lebih baik,” kata pria yang akrab disapa Cak Sar ini.

Sesuai pemetaan Golkar, ada sekitar separuh daerah penyelenggara pilkada di Jatim yang berpeluang menjalin kerjasama dengan Gerindra.

“Peluang (kerjasama) bisa lebih dari separuh dari daerah yang menyelenggarakan Pilkada, baik kota maupun kabupaten. Peluang itu cukup besar,” kata Anggota DPR RI ini.

Di sisi lain, Ketua Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad mengakui ada beberapa kesamaan dengan Golkar, terutama pasca gelaran Pemilihan Presiden. Menurut Gus Sadad, kerjasama di level nasional sangat mungkin untuk diturunkan ke tingkat provinsi (pemilihan gubernur) maupun pilkada di tingkat kabupaten/kota.

“Kita ingin saling memperkuat dan meng-endorse. Apalagi kami saling memiliki tradisi dan basis yang sama sehingga secara alami terbentuk kesamaan pandangan. Semoga aura kemenangan di Pilpres bisa berlanjut,” kata Gus Sadad di tempat yang sama.

Sekalipun menurut Gus Sadad, pembicaraan koalisi juga tetap akan menimbang dinamika di masing-masing daerah. “Kami juga akan menyerap suara di DPC soal siapa yang diusung sebagai calon kepala daerah maupun wakil kepala daerah,” kata pria yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim ini. Zal

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry