PILKADA : Pelaksaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri telah ditetapkan 9 Desember 2020 (istimewa/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Apresiasi disampaikan kalangan LSM dan tokoh kepemudaan terhadap Polres Kediri di bawah kepimpinan AKBP Lukman Cahyono .SIK. Tanpa lelah memberikan respon cepat atas aduan masyarakat meski di masa Pandemi. Kini yang dicemaskan jelang digelarnya Pilkada di Kabupaten Kediri akan digelar 9 Desember nanti. Maraknya tempat hiburan malam dan sejumlah tempat dijadikan berkerumun massa, sangat berpotensi munculnya klaster baru.

Pernyataan di atas disampaikan Roy Kurnia Irawan, Ketua DPD Pekat IB Kediri Raya, usai melakukan pemantauan selama sepekan ini di Kabupaten Kediri. “Tempat – tempat hiburan malam bebas buka,” ungkapnya. Bila ini dibiarkan, imbuh aktifis akrab disapa Bang Roy, bila mengacu data sebaran Covid – 19 dan belum ditemukan vaksin, berpotensi menggagalkan pelaksanaan Pilkada.

Lalu dimana pasukan penegak peraturan daerah, Satpol PP Pemerintah Kabupaten kerap terlihat berjaga di sejumlah fasilitas umum. “Kita ketahui bersama kasus dua orang melakukan pelemparan kembang api ke garasi mobil Bupati Kediri belum terungkap. Padahal itu jelas – jelas di depan kantor pemkab, dimana terdapat pos penjagaan Satpol. Sekarang sejumlah tempat hiburan malam kembali marak, lalu dimanakah mereka? Apakah tidak tahu atau tidak pernah melakukan operasi,” tegasnya.

Hasil pantauan ini rencananya akan disampaikan kepada Kepala Satpol PP, Agoeng Djoko Retmono namun hingga berita ini diturunkan belum bisa terkonfirmasi. “Kami sudah berusaha menghubungi beliau, namun tidak mendapatkan respon. Bila kemudian Satpol PP diam, sangat disesalkan akan menggagalkan Pilkada. Jika jumlah terkonfirmasi meningkat, apakah tidak menjadikan pemilih hak suara takut datang ke TPS daripada tertular,” ucap Bang Roy, sambil menunjukkan nomor telepon Kepala Satpol PP.

Begitu juga saat berusaha dikonfirmasikan langsung atas aduan Bang Roy melalui telepon genggamnya tidak juga tersambung. Sementara Kepala Dinas Kesehatan, dr. Bambang Triono saat dikonfirmasi terkait maraknya tempat berpotensi berkerumunnya massa, menjelaskan itu merupakan bentuk kejenuhan masyarakat saat berada di rumah. “Merek jenuh di rumah namun seharusnya tidak melupakan kepatuhan terhadap protokol kesehatan,” jelasnya, saat dikonfirmasi Sabtu kemarin. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry