Rektor Unisma Prof Dr H Masykuri Bakrie MSi (nomer dua dari kiri) foto bersama President NPTU dan Wakil Rektor I Unisma, Prof Junaidi Mistar (paling kanan). (ft/dok humas)

TAIWAN | duta.co -Rektor Unisma yang bertandang memenuhi undangan yang bertepatan dengan Dies Natalis National Ping Tun University (NPTU) Taiwan. Dalam pidato sambutannya, Prof Masykuri menyampaikan perlunya kolaborasi antar perguruan tinggi, yang ternyata gagasan cemerlang tersebut mendapat sambutan luar biasa dari rektor-rektor lain dari berbagai belahan dunia yang hadir.

Dihadapan para Rektor dan Vice President dari berbagai perguruan tinggi terkemuka dari berbagai negara, Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof Dr H Masykuri Bakrie MSi melontarkan ide untuk saling kerjasama antar perguruan tinggi antar negara.

“Perlu sikap kolaborasi bukan saling bersaing, apalagi saling menjelekan. Maka perlu keluwesan dalam kerjasama, karena latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda,” ungkap Rektor yang baru terpilih kembali ini.

Rombongan Rektor Unisma ini sendiri mulai bertolak ke Taiwan Sabtu lalu guna menghadiri Global Presidential Summit di National Ping Tun University Taiwan (Senin 10/12). Acara yang dihadiri para Rektor mancanegara dari belahan bumi Eropa maupun Asia. Sekali mendayung dua pulau terlampaui, begitu pula dengan pimpinan kampus kebanggaan Nahdliyin ini.

Selain hadir di acara Dies Natalis, sesuai rencana, Rektor Unisma sekaligus juga telah menandatangani nota kerjasama dengan 9 perguruan tinggi lain, seperti Dong Nai Technology University Vietnam, Thai Nguyen University, Rajamangala University Technology Thailand, Tarlac Agricultural University Philippines.

Rektor Unisma selanjutnya menuturkan pula dalam pidato internasionalnya, bahwa “Pengembangan edukasi pada penyelenggaraan pendidikan perguruan tinggi sudah harus mengarah pada inovasi,” urai Prof Masykuri yang langsung mendapat standing aplaus dari para hadirin.

Wakil Rektor I Unisma, Prof Drs H Junaidi Mistar MPd PhD yang ikut serta dalam rombongan lawatan, dihubungi via telpon menambahkan, kedepan, program joint degree antar berbagai universitas yang tersebut diatas dapat segera direalisasikan.

“Mahasiswa Unisma juga dapat segera menikmati tindaklanjut dari kerjasama antar perguruan tinggi dari berbagai negara ini, mereka dapat mengajukan program pertukaran pelajar,” tandasnya.

Prof Junaidi menyampaikan pula, Unisma sendiri sudah layak menerapkan double degree ini lantaran 6 prodi telah terakreditasi A dan sisanya telah B semua. dah

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.