
PASURUAN | duta.co – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pasuruan menunjukkan komitmennya dalam menyeimbangkan profesionalisme organisasi dengan penguatan spiritual. Hal itu diwujudkan melalui kegiatan Tadarus Al-Qur’an yang dirangkai dengan Rapat Koordinasi (Rakor), Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Solidaritas Guru, Jalan Raya Kedungbako, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Suasana di markas besar para guru itu tampak berbeda dari biasanya karena seluruh peserta yang hadir mengenakan busana muslim, menciptakan nuansa religius yang kental.
Acara ini dihadiri jajaran pengurus pleno PGRI Kabupaten Pasuruan, mulai dari pengurus harian hingga seluruh Ketua Cabang (PC) PGRI se-Kabupaten Pasuruan. Kehadiran para pengurus bertujuan menyelaraskan program kerja sekaligus mempererat silaturahmi antarwilayah.

Ketua PGRI Kabupaten Pasuruan, Akhmad Ponali, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tadarus memiliki makna penting sebagai landasan moral bagi pengurus dalam menjalankan roda organisasi.
“Kegiatan Tadarus Al-Qur’an ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya kita untuk mengetuk pintu langit. Kita berharap segala perjuangan PGRI dalam memperjuangkan harkat dan martabat guru selalu mendapat rida dari Allah SWT,” ujarnya di hadapan peserta.
Ia menambahkan, melalui Rapat Koordinasi yang dilaksanakan setelah tadarus, diharapkan muncul gagasan-gagasan baru untuk menjawab berbagai tantangan dunia pendidikan di Kabupaten Pasuruan ke depan.
“Gedung Solidaritas ini adalah simbol perjuangan kita. Di sini kita berkumpul bukan hanya untuk urusan administratif, tetapi juga untuk menguatkan batin dan kekompakan,” tambahnya.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut berlangsung khidmat. Setelah pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, acara dilanjutkan dengan pembahasan sejumlah isu strategis organisasi dalam sesi rapat koordinasi hingga selesai.
Kehadiran seluruh Ketua PC PGRI se-Kabupaten Pasuruan dinilai menjadi bukti bahwa soliditas organisasi tetap terjaga di bawah kepemimpinan Akhmad Ponali, dalam mengawal aspirasi ribuan guru di Kabupaten Pasuruan. (Puj)




































