
LUMAJANG | duta.co – Pasar hotel, restaurant, dan café (Horeca) di Kota Lumajang masih belum digarap. Saat ini jaringan gas (Jargas) masih Rumah Tangga (RT) yang dikembangkan PGN. Di Kabupaten Lumajang, kuota awal pemasangan jargas RT tahun 2023 mencapai 4.020 Sambungan Rumah Tangga (SR). Saat ini pelanggan aktif yang masih dikelola PGN sebanyak 2.777 sambungan. Berkurangnya jumlah pelanggan tersebut sebagian besar disebabkan keterlambatan pembayaran yang berujung pada pemutusan sambungan.
Area Head PGN Pasuruan, Mochamad Arif, menjelaskan pengembangan jaringan gas di area Pasuruan yang meliputi Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo dan Kota Probolinggo serta Kabupaten Lumajang, terakhir dilakukan melalui program APBN pada 2023. Hingga kini belum ada tambahan pembangunan jaringan baru.
“Tingginya kesadaran masyarakat beralih ke gas bumi menjadi peluang untuk memperluas pemanfaatan jargas, terutama bagi sektor hotel, restoran, kafe (horeka), dan UMKM. Kesadaran masyarakat untuk menggunakan gas bumi yang tidak disubsidi saat ini cukup tinggi. Apalagi ketika muncul pembatasan elpiji 3 kilogram, kami berharap pemanfaatan jargas bisa semakin berkembang, termasuk untuk sektor horeka dan UMKM,” ujar Arif.
Menurut Arif, PGN kini tidak hanya mendorong pemanfaatan jaringan gas untuk rumah tangga, tetapi juga mulai menjajaki perluasan penggunaan gas bumi di sektor hotel, restoran, kafe (horeka), dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya tersebut telah dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Lumajang sebagai langkah memperluas pemanfaatan energi gas bumi di daerah.
“Kami sudah melakukan pendataan dan berdiskusi dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang terkait potensi penambahan pelanggan dari sektor horeka dan UMKM. Dari sisi PGN, kami siap apabila ada pelaku usaha yang ingin beralih menggunakan jaringan gas bumi,” katanya.
Ia mengakui pengembangan jargas untuk sektor horeka di Lumajang masih menghadapi tantangan karena lokasi pelaku usaha belum seluruhnya berada di kawasan yang telah terjangkau jaringan pipa. Meski demikian, PGN optimistis perluasan pemanfaatan gas bumi dapat menjadi solusi bagi pelaku usaha yang selama ini bergantung pada elpiji, terutama ketika terjadi kelangkaan pasokan.
“Untuk memudahkan pelanggan, PGN juga menyediakan layanan pencatatan meter secara mandiri melalui aplikasi PGN Mobile maupun layanan WhatsApp resmi yang informasinya tercantum pada stiker pelanggan.”
Dengan kemudahan akses, tarif yang kompetitif, serta pasokan yang lebih terjamin dibandingkan elpiji 3 kilogram yang kerap langka, jaringan gas bumi mulai menjadi pilihan masyarakat Lumajang untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga maupun mendukung aktivitas usaha kecil.
PGN SOR 3 saat ini melayani sekitar 209 ribu pelanggan di berbagai sektor. Keberlangsungan pasokan gas menjadi elemen penting agar aktivitas rumah tangga, usaha komersial, dan industri dapat berjalan stabil tanpa gangguan berarti. Pasokan gas dari PEPC Zona 12 berkontribusi sekitar 65 persen terhadap total kebutuhan gas PGN SOR 3, menjadikan JTB sebagai pemasok gas terbesar di wilayah operasionalnya.
Dalam upaya mempererat koordinasi operasional dan memperkuat sinergi rantai pasokan energi nasional, PT Pertamina Gas Negara (PGN) Sales Operation Region (SOR) 3 melaksanakan kunjungan kerja ke PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, operator Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB), pada Rabu (10/06/2026). Kunjungan berlangsung di lokasi operasi JTB, Desa Bandungrejo, Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur.
Ketahanan pasokan dan produksi migas saat ini menjadi salah satu prioritas strategis nasional. Dalam konteks transisi energi dan target swasembada energi yang dicanangkan pemerintahan, kolaborasi yang solid antara entitas hulu dan hilir menjadi keniscayaan. Kegiatan silaturahmi kerja ini merupakan wujud nyata sinergi dua entitas di bawah Holding Migas PT Pertamina (Persero) dalam menjaga keandalan operasi dari sumur hingga ke pelanggan akhir. Imm





































