JAKARTA | duta.co – Bulan Ramadan segera tiba. Untuk itu KH Mustofa Bisri  (Gus Mus) ingin berbagi kesannya yang mendalam mengenai Ramadan. Ternyata puasa Ramadan paling berkesan itu tidak di Tanah Air.

Selama Ramadan yang pernah dijalaninya, Gus Mus mengaku mempunyai kesan terdalam ketika menjadi mahasiswa di Kairo, Mesir.

“Waktu kuliah dulu. Karena saat itu saya punya waktu merenung di negara asing dan di tengah kerinduan tanah air,” kata Gus Mus saat ditemui di Masjid Bayt Al Quran, Jalan Kompleks Villa Bukit Raya, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (11/5/2017) malam lalu.

 Bagi Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah ini, bulan Ramadan adalah bulan yang paling tepat untuk berdialog dengan diri sendiri, melakukan refleksi dengan Allah SWT.

“Saking baiknya Allah kepada kita, Allah berikan satu bulan dari 12 bulan agar kita berakrab-akrab dengan diri kita. Kita lepaskan diri dari rutinas untuk bersendiri dengan diri kita dan Allah,” tuturnya.

Sebelas bulan dalam hidup kita, kata Gus Mus, kita sibuk tak jelas. Sebelas bulan itu kita sibuk dengan urusan kita, urusan duniawi.

“Lalu apakah sebelas bulan lalu kita sudah benar? Sudah diatur? Maka di Ramadan ini kalau ada yang salah kita benarkan, kalau benar kita tambahkan,” katanya.

Gus Mus mengajak untuk melakukan refleksi atas kegiatan yang dilakukan selama sebelas bulan selain Ramadan. Menurutnya, di bulan Ramadan seharusnya memiliki perbedaan dibandingkan bulan lainnya. Namun, kadang kesibukan diri membuat hadirnya Ramadan tidak memiliki perbedaan dengan bulan lainnya.

“Selama sebelas bulan ini, kita muter terus, jangan-jangan bukan untuk kepentingan kita sendiri? Tapi sayangnya, di Ramadan kita sibuk lagi dengan kesibukan lain. Padahal ada kita harus refleksi lagi dalam diri kita. Kalau bulan puasa kita sama saja, cuma beda makan, ya sudah Ramadan kita sama saja dengan bulan lain,” petuah Gus Mus.  det,hud