Devid Khoirul Mukhtar H W, Perwakilan Daerah Penjualan Area Madura (baju kuning) saat penyerahan bantuan BUMN untuk Indonesia. (FT/IST)

BANGKALAN | duta.co – Meriah! Acara sosialisasi pupuk NPK non-subsidi di Kabupaten  Bangkalan, Madura, Selasa (30/6/2020) berlangsung meriah.

Apalagi, dalam sosialisasi dan pembenah tanah itu, digelar lomba (kontestasi) tanaman dari gabungan kelompok tani, yang disaksikan langsung para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

“Luar biasa. Dengan demikian, banyak ilmu yang didapat anggota Gapoktan. Mereka mengenal lebih tepat kualitas PETRO-CAS sebuah produk pupuk muthakir keluaran PT. PETROKIMIA GRESIK,” demikian disampaikan H Rachman, salah satu distributor PT Petrokimia Gresik di Bangkalan.

Hal yang sama disampaikan Suwondo. Menurutnya, alih ilmu pertanian ini, sangat diperlukan. Ini untuk mengawal program pemerintah melalui PT. PETROKIMIA GRESIK tentang swasembada beras. Apalagi dalam menghadapi pandemi covid-19.

“Kalau selama ini kita mengenal kampung tangguh, maka, petani pun tak kalah tangguh. Inovasi yang dilakukan pabrikan (PT. PETROKIMIA GRESIK), mampu, mendorong daya beli petani menjadi lebih baik,” urainya.

Penyerahan hadiah kepada para petani. (FT/IST)

Acara sosialisasi pupuk NPK non-subsidi ini, juga diisi penyerahan hadiah simbolis dari pemenang lomba kontes tanaman untuk juara 1,2,3, dan 4. “Peserta kontes tanaman juara pertama, adalah yang berhasil panen 14 ton/ha GPK (Gabah Kering Panen red.),” tambah Suwondo.

Lomba ini dibesut para distributor produk pengembangan bersama Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) Kabuaten Bangkalan.

Hadir dalam acara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Bangkalan. Peserta datang dari berbagai kecamatan, seperti Kec. Kamal, Burneh, Socah, Tanah merah, Sepuluh. Mereka berada dalam binaan distributor Utama Bersaudara, Citra Tani, Rahman Bersaudara, Koperasi Bisma, serta Makshal.

“Kami sampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Pertanian, juga para anggota Gapoktan, Kios, Distributor serta PPL. Termasuk komitmennya mendampingi petani, sehingga bisa bersama-sama mendorong terciptanya swasembada beras. Petrokimia Gresik sebagai solusi agroindustri memberikan solusi pemulihan tanah marginal dengan pembenah tanah Petro-Cas, Petroganik & NPK Non subsidi, sehingga terwujudnya pertanian berkelanjutan di Kab. Bangkalan,” demikian Devid Khoirul Mukhtar H W, Perwakilan Daerah Penjualan Area Madura.

Terima Kasih PETROKIMIA GRESIK. (FT/IST)
Bantuan untuk Petani

Seperti diketahui, PT Petrokimia Gresik sukses memproduksi NPK Petro Nitrat, dengan dosis 200 kilogram per hektar. NPK Petro Nitrat merupakan pupuk NPK 16-16-16 yang bisa diaplikasikan pada tanaman pangan dan hortikultura. Produk ini dirilis pada tahun 2018 dan sukses melewati uji coba.

Uji coba ini dilakukan secara mandiri maupun bekerjasama dengan pihak independen, khususnya BPTP di berbagai provinsi. Hasilnya, NPK Petro Nitrat bisa meningkatkan hasil dan kualitas panen berbagai jenis tanaman di berbagai lokasi.

Dalam masa pandemi ini, PT Petrokimia Gresik juga turun gunung. Ada penyerahan bantuan pupuk organik Petroganik non-subsidi untuk petani di Kota Madiun. Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri, merupakan anggota holding Pupuk Indonesia ini, kembali memberikan bantuan pupuk untuk petani terdampak Covid-19 dalam menghadapi musim tanam.

Di Madiun misalnya, diberikan bantuan pupuk organik Petroganik non-subsidi sebanyak 50 ton disalurkan untuk petani. Dan, 10 Juli nanti, perusahaan ini memasuki usia ke-48. Selamat berjuang, karya-karya PT Petrokimia Gresik telah membuat petani tersenyum.   (mky,net)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry