FT/ilustrasi/beritasatu

GRESIK | duta.co – Petani tambak mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi untuk menggerakkan mesin disel yang digunakan memompa air baik mengisi maupun membuang kelebihan air di tambak air tawar. Sedangkan membeli solar subsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), mereka sangat kesulitan.

“Kami disambati petambak yang kesulitan mendapatkan solar subsidi. Pemerintah seharusnya hadir untuk memberikan solusi,” ujar Wakil Ketua Komisi II, M Syahrul Munir, Selasa (2/2).

Para petani tambak, sambung politisi PKB ini, diwajibkan membawa surat keterangan dari desa untuk mendapatkan BBM solar subsidi ketika membeli di SPBU. Sebab, solar harus dimasukkan dalam jerigen maupun drum untuk angkut bawa ke tambak dalam mengisi BBM ke disel.

“Mereka juga harus membeli secara kolektif di SPBU. Itu pun belum menjamin dilayani. Saya berharap agar pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan dan Kelautan ataupun BUMD (badan usaha milik daerah) PT Gresik Migas dapat memfasilitasi dan menjawab keluhan petani tambak ini,” imbuh dia.

Dicontohkan, seluruh budidaya perikanan di Kecamatan Manyar Barat dan sekitarnya harus ketergantungan dengan disel. Namun, petani tambak melewati prosedur yang rumit dan tanpa kepastian untuk mendapatkan solar subsidi.

“Padahal, hal tersebut menjadi kebutuhan utama para petani tambak,” ujarnya.

Petani tambak, lanjut dia,  tak akan mampu membeli solar non subsidi atau solar industri. Sebab, hasil perikanan tak sebanding kalau diwajibkan membeli solar industri.

“Makanya, kita dorong BUMD PT Gresik Migas untuk bergerak di bisnis yang juga berpihak ke masyarakat dengan mendirikan SPBU khusus melayani nelayan dan petambak. Kalau memang bisa melalui B to B (business to business), ya PT Gresik Migas harus terjun ke bisnis SPBU untuk nelayan dan petambak. Kalau memang harus G to G (government to government), maka Dinas Pertanian dan Kelautan harus aktif,” papar dia.

Sebab, ia juga mengaku mendapat keluhan dari nelayan yang kesulitan untuk mendapatkan solar subsidi untuk mesin perahu. Mekanisme untuk mendapatkan solar subsidi sama dengan petani tambak, tetapi seringkali jatahnya tak mencukupi untuk kebutuhan kelompok.

“Makanya, nelayan juga sering tak pergi ke laut karena solar untuk perahunya tak ada,” tandas dia.

Ditegaskannya, permasalahan di budidaya perikanan, khususnya petani tambak air tawar masih sangat komplek. Ditambah lagi, pupuk subsidi yang  menjadi hal yang sering dikeluhkan karena kuotanya kecil. Selain itu, harga pupuk yang seringkali melejit di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Sedangkan harga hasil perikanan tidak kunjung naik atau stagnan. Padahal, potensi perikanan di Gresik sangat besar,” pungkas dia. (pii)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry