
SURABAYA | duta.co – Skrining riwayat kesehatan merupakan upaya preventif untuk mencegah penyakit kronis sejak dini serta mengidentifikasi faktor risiko sebelum munculnya gejala.
Layanan ini dapat dimanfaatkan oleh peserta JKN untuk mendeteksi berbagai penyakit, seperti diabetes melitus, jantung koroner, gagal ginjal, stroke, hingga Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), melalui pengisian pertanyaan mengenai riwayat kesehatan diri, keluarga, dan pola hidup.
“Proses pengisiannya mudah dan cepat, hanya memerlukan waktu sekitar 5–10 menit serta dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan. Selain membantu deteksi dini potensi penyakit kronis sebelum berkembang lebih serius, hasil skrining juga dapat meningkatkan kesadaran peserta untuk memperbaiki pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, serta menerapkan kebiasaan hidup sehat,” tutur Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Hernina Agustin Arifin, Selasa (3/2/2026).
Data skrining tersebut dapat digunakan sebagai acuan oleh tim medis di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk melakukan pemantauan dan tindak lanjut yang lebih terarah. Untuk memperoleh hasil yang akurat, peserta disarankan mengisi data secara jujur sesuai dengan kondisi terkini serta menyiapkan informasi dasar, seperti berat badan dan tinggi badan.
“Hasil pengisian skrining menunjukkan apakah peserta termasuk dalam kelompok berisiko tinggi atau rendah terhadap penyakit kronis. Apabila tergolong berisiko tinggi, peserta perlu menjalani pemeriksaan lanjutan di puskesmas atau klinik pratama agar memperoleh penanganan medis yang tepat guna mencegah terjadinya komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup peserta,” ungkap Hernina.
Selain melalui Aplikasi Mobile JKN, skrining riwayat kesehatan juga dapat diakses melalui laman webskrining.bpjs-kesehatan.go.id. Seluruh peserta JKN yang berusia di atas 15 tahun diwajibkan mengikuti skrining ini satu kali dalam setahun. Layanan tersebut juga tersedia melalui Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp (PANDAWA) BPJS Kesehatan pada nomor 0811-8165-165.
“Skrining riwayat kesehatan juga berfungsi sebagai pengingat bagi masyarakat akan pentingnya menerapkan gaya hidup sehat. Sejalan dengan prinsip gotong royong, apabila tubuh berada dalam kondisi sehat, maka iuran yang dibayarkan dapat dimanfaatkan untuk membantu peserta JKN lain yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” tambahnya.
Manfaat skrining riwayat kesehatan turut dirasakan oleh peserta JKN asal Kota Surabaya, Fahrizal Dwi Putro (34). Ia menjadi lebih menyadari pentingnya menjaga kesehatan setelah mengetahui adanya sejumlah faktor risiko yang perlu diperbaiki, seperti pola makan yang tidak seimbang dan kurangnya aktivitas fisik. Kondisi ini menjadi pengingat baginya untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat guna mencegah terjadinya penyakit serius di kemudian hari.
“Saya berharap BPJS Kesehatan terus menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan, mempermudah akses bagi peserta, serta mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini. Saya juga mengajak rekan-rekan di sekitar saya untuk senantiasa menjaga pola hidup sehat dan melakukan skrining riwayat kesehatan secara rutin agar terhindar dari berbagai risiko penyakit kronis,” pungkasnya. ril




































