
PROBOLINGGO | duta.co – Ranu Argo di Desa Telogoargo, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, menjadi pusat perhatian para pecinta mancing. Danau alami yang kini dikelola secara mandiri oleh pemerintah desa saat ini tengah menggelar Lomba Mancing yang masuk dalam rangkaian Agenda Seven Lakes, Sabtu (9/11/2025).
Lomba ini merupakan sebuah kegiatan kolaboratif antara komunitas mancing, pemerintah desa, dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan ini disambut antusias masyarakat. Ratusan peserta dari berbagai daerah datang untuk ikut berpartisipasi, bahkan sebagian pendaftar harus ditolak karena kuota peserta telah penuh.
Lomba mancing ini menjadi bagian dari agenda wisata alam Seven Lakes yang diinisiasi oleh Bupati Probolinggo, Gus dr. Mohammad Haris sebagai upaya mengangkat potensi 7 danau alami di wilayah setempat.
Ketua Panitia Lomba, Taufik, menjelaskan bahwa teknis pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib dan terorganisir.
“Peserta yang datang langsung registrasi ulang, kami juga memberikan voucher makan dan minum sebagai fasilitas mereka. Jenis ikan yang masuk timbangan adalah gurame, nila, dan tawes,” terang Taufik.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo. Kepala Dinas Perikanan menyebut, pihaknya terus berkomitmen mendukung pengelolaan Ranu Argo agar dapat dimanfaatkan secara optimal melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Kami sangat mensupport kegiatan ini. Desa Telogoargo memiliki potensi luar biasa yang kini bisa dimaksimalkan. Dinas Perikanan sebelumnya juga telah melakukan penebaran bibit ikan pada Juli lalu sebanyak 31 ribu benih, kemudian pada September sebanyak 15 ribu benih lagi. Bahkan dari Provinsi juga ada bantuan 12.200 benih ikan,” jelasnya.
Adapun jenis ikan yang ditebar meliputi wader, tawes, nila, dan gurame. Selain itu, pihak Dinas dan pemerintah desa juga menebar ikan maskot sebagai daya tarik utama lomba.
“Kepala desa menebar sekitar 5 kuintal ikan maskot berukuran 1–2 kilogram, ditambah sponsor yang memberikan sekitar 1,5 kuintal ikan maskot berukuran di atas 2 kilogram,” tambahnya.
Kepala Desa Telogoargo sekaligus penanggung jawab kegiatan, Umar, mengaku bangga dengan antusiasme masyarakat yang luar biasa.
“Ini melebihi ekspektasi kami. Pendaftar banyak yang kami tolak karena kuota penuh. Ada yang dari luar daerah juga. Terima kasih kepada Bupati Probolinggo yang telah menggagas agenda Seven Lakes ini, karena berkatnya, masyarakat kami kini memiliki peluang kerja baru,” ujar Umar.
Ia menjelaskan, sebelum dikembangkan, area Ranu Argo masih berupa hutan dengan kondisi kurang terawat. Dalam enam bulan terakhir, pihaknya bersama warga melakukan pembersihan, pemasangan paving, hingga mempercantik area sekitar agar nyaman digunakan sebagai lokasi wisata dan pemancingan.
“Dulu danau ini hanya bisa dipancing bebas, sekarang sudah tertata rapi dan punya fasilitas. Setelah lomba ini, area Ranu Argo akan kami buka untuk umum dengan sistem tiket masuk, baik untuk wisata maupun pemancingan. Kami juga masih terus mengembangkan konsepnya agar semakin menarik,” jelasnya.
Rencana berikutnya, lomba mancing akan kembali digelar pada 16 November mendatang dengan jumlah peserta yang lebih banyak, sekitar 305 orang, dibagi dalam tiga sesi perlombaan. Umar memastikan kegiatan ini akan menjadi agenda rutin setiap tahun.
“InsyaAllah kami adakan lagi 1 Januari 2026 sebagai agenda tahunan. Dampaknya luar biasa, pedagang lokal ramai, kuliner laku, ekonomi warga ikut bergerak,” ungkapnya.
Sementara itu, pemenang juara pertama lomba mancing, Ayub asal Desa Telogosari, Kecamatan Tiris, mengaku senang atas terselenggaranya acara tersebut.
“Terima kasih kepada Pemkab Probolinggo atas kegiatan ini. Saya harap tahun depan ada lagi. Umpan saya pakai pelet dan essen, hasil timbangan ikan saya total 1 kilogram 54 ons,” ujarnya dengan senyum bangga. hul








































