MENINGKAT: Penjualan kue-kue kering meningkat 200 persen disbanding bulan biasanya. (duta.co/nanang)

KEDIRI | duta.co -Momen Hari Raya Idul Fitri, kue tetap menjadi pilihan hidangan utama. Akibatnya, tempat-tempat produksi roti kue selalu kebanjiran pesanan. Salah satunya terjadi di usaha rumahan produksi kue milik Nur Malela (50) di Jl. Semeru No 194 Mojoroto Kota Kediri.

Usahanya ini selalu ramai pembeli menjelang Hari Raya Idul Fitri. Produksinya meningkat hingga 200 persen dibanding dengan hari-hari biasanya. Sementara omset penjualan dari kue tersebut bisa mendapatkan keuntungan bersih Rp 5 juta rupiah setiap harinya.

Manajer Usaha Perumahan Leli’s Cake Fani Febriati mengatakan kenaikan jumlah produksi tersebut disebabkan karena meningkatnya jumlah pemesan kue menjelang hari lebaran Idul Fitri.

“Untuk tahun ini yang order sampai nomor pemesan 390 an. Ini hanya untuk nomor urut pembeli lo maksudnya, belum lagi jumlah kue yang mereka pesan juga meningkat. Karena selain ada pembeli dadakan, sebenarnya kita juga punya banyaj reseller di dalam kota maupun di luar Kota Kediri,” kata Fani.

Sebagai usaha yang sudah berjalan dari tahun 2002 itu, cukup mempunyai peran mengurangi pengangguran di masyarakat sekitarnya. Apalagi di Bulan Ramadan, pegawai yang bekerja di situ ditambah sampai dengan 50 orang.

“Kalau hari biasa, yang kerja di sini cuma 20 pegawai. Tapi setiap Bulan Ramadan seperti ini kita ada sistem kocok, jadi ada penambahan pegawai untuk ikut bantu kerja penuhi pesanan yang cukup banyak,” jelasnya saat ditemui di Toko Kue yang diurusnya itu, Senin (11/6).

Jangan salah, kue yang diproduksi oleh usaha perumahan ini lebih dari 80 macam. Terdiri dari kue kering dan juga kue basah yang semuanya berbeda-beda. Dari mulai bentuknya, warnanya, rasanya, bahan dasarnya, bahkan wadahnya. Sehingga para pembeli bisa secara leluasa memilih kue yang cocok sebagai hidangan saat lebaran, atau bisa juga dikonsumsi sendiri.

Untuk harganya sendiri ternyata juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kenaikan harga dari tahun kemarin mencapi 60 persen lebih mahal. Harga tersebut berlaku hampir di seluruh jenis kue yang di produksi di sini.

“Yang banyak peminatnya itu nastar, castangel, putri salju, lidah kucing, kue semprit, dan kue-kue jadul seperti itu. Nah itu kalau di tempat kita setiap tahun selalu menjadi best seller,” ungkapnya. (ian/nng)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.