SURABAYA | duta.co – Ada pesan penting dari Gus Ipul kepada Khofifah-Emil. Lima hari jelang berakhirnya masa jabatan Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf menyampaikan pesan dan kritik sekaligus harapan khusus kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak.

Jangan seperti selama ini. Rekrutmen pejabat terasa gelap. Undangan pelantikan pejabat itu disampaikan malam hari, padahal besok paginya akan dilantik. “Itu saya kira bukan jamannya lagi, sebab sekarang jamannya serba terbuka,” jelasnya.

Pesan ini bisa dijadikan pijakan melangkah sehingga ke depan Jatim bisa lebih baik dan lebih maju. Apa saja pesan Gus Ipul?

Pertama, kata Gus Ipul sapaan akrab Saifullah Yusuf yakni memberikan selamat bekerja kepada Gubernur dan Wagub Jatim maupun Bupati dan Walikota di Jatim yang akan dan baru dilantik supaya bisa meninggalkan legacy atau warisan sebagai penanda dari yang tadinya tidak ada menjadi ada dan bisa menjadi pengungkit kemajuan di wilayahnya serta
punya dampak jangka panjang.

“Kekuatan Jatim itu terletak pada partisipasi masyarakatnya sehingga kalau pemerintah membuat sesuatu yang baik, masyarakat tambah bersemangat ikut membantu. Apalagi Jatim memiliki kelengkapan baik infrastruktur dan SDM yang mendukung. Saya berharap para pemimpin di Jatim bisa melakukan percepatan pembangunan dan meninggalkan legacy,”
ujarnya saat dikonfirmasi Kamis (7/2/2019).

Kedua, tantangan Jatim ke depan diantaranya setiap tahun lebih dari 300 ribu lulusan SMA/SMK membutuhkan pekerjaan jika tidak melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi ditambah sisa lulusan tahun sebelumnyabyang belum mendapatkan pekerjaan. Artinya, Jatim
membutuhkan banyak lapangan pekerjaan.

“Perubahan sistem perdagangan menggunakan online ada baik dan buruknya. Sebab produk yang dibeli belum tentu asal Jatim bahkan Indonesia tapi dari luar negeri. Ini jelas akan menjadi problem di masa depan karena lapangan pekerjaan kian menyusut dan sudah terlihat mall dan supermarket banyak yang melakukan pengurangan karyawan,” jelas Gus Ipul.

Secara khusus, mantan Ketua PP GP Ansor itu juga memberikan saran dan tips kepada Wagub Jatim terpilih Emil Elistianto supaya bisa guyup dan rukun dengan Gubernur terpilih.

“Kunci sukses antara Gubernur dan Wakil Gubernur bisa guyub dan rukun itu adalah saling mengerti posisinya saja. Saya ini wakil ya wakil, memang wakil tak selamanya sama dengan gubernur ada yang harus berbeda sehingga usulan wagub itu ya kadang diakomodasi dan tidak sebab sesesui ketentuan perundang-undangan pengendalinya itu ya Gubernur,” tegas Gus Ipul.

Diakui Gus Ipul, diri mengenal baik Khofifah karena punya perjalanan panjang bersama-sama. Seperti Gus Ipul menjadi Ketum PP GP Ansor dan Bu Khofifah memimpin PP Muslimat NU yang sama-sama badan otonom NU. Karena sering bareng dan bersama-sama sehingga tahu banyak sifat dan karakter Gubernur Jatim terpilih.

Sebaliknya dengan Wagub Jatim terpilih, Emil Elistianto Dardak, lanjut Gus Ipul baru mengenal ketika dia menjabat Bupati Trenggalek. “Tapi guyub dan rukun itu bukan soal kenal dan tidak kenal lama tapi bagaimana cara menempatkan posisi masing-masing. Gubernur itu pengendali pemerintah dan wakil itu pembantu. Cuma saya mencoba untuk proporsional selama ini kita mengikuti di belakang. Tapi karena sekarang mau selesai ya saya mau memberikan catatan kritik membangun demi kebaikan dan kemajuan Jatim ke depan,” jelasnya

Diantara kritik membangun itu yang harus dilakukan Khofifah, yakni menyangkut model pengangkatan pejabat di lingkungan Pemprov Jatim dan BUMD Jatim yang selama ini tertutup dan mendadak harus diubah.

“Kalian tahu sendiri khan undangan pelantikan pejabat itu disampaikan malam hari, padahal besok paginya akan dilantik. Itu saya kira bukan jamannya lagi sebab sekarang jamannya serba terbuka,” tegas mantan Menteri PDT ini.

Ditambahkan Gus Ipul, sekarang ini Pemprov Jatim membutuhkan birokrat-birokrat yang handal dan kreatif serta inovatif bukan hanya duduk saja di meja karena ada kebutuhan yang luar biasa yang harus dihadapi Jatim.

“Sayangnya, pola rekrutmennya sekarang ini masih gelap-gelapan dalam tanda kutip, sudah tidak bisa lagi lah seperti itu ke depan karena itu tidak sehat,” pungkas Wagub Jatim dua periode ini yang akan lengser pada 12 Februari mendatang. (ud)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.