PELUNCURAN : Kiri-kanan : Presiden Direktur PT Actavis Indonesia, Hanadi Setiarto, dr F.X.Trijanto Soetjahjo, Business Unit Head PT Actavis Indonesia, Denny Aring, dan Chef Axhiang, saat peluncuran produk Freegas di Surabaya. (duta/dok)

SURABAYA | duta.co – Potensi pasar produk suplemen yang besar dan bidik trend kulineran yang kian berkembang,  salah satu perusahaan farmasi ternama, PT. Actavis meluncurkan produk Freegas. Produk ini merupakan suplemen makanan berfungsi membantu melancarkan sistem pencernaan tubuh.

Presiden Direktur PT Actavis Indonesia, Hanadi Setiarto mengatakan hadirnya Freegas membantu kebutuhan pecinta kuliner yang ingin suplemen untuk memperlancar pencernaan.

“Pecinta kuliner atau siapapun, jika sudah makan-makanan pedas, makan karbohidrat yang tinggi dan minum kopi, kemudian perut terasa begah atau kembung. Maka bisa konsumsi Freegas karena cocok memperlancar proses pencernaan,” ujar Hanadi usai Launching dan Freegas Cooking Demo di Hungerbelt  Surabaya, Sabtu (9/11/2019) malam.

Hanadi  menambahkan  Freegas  cocok bagi masyarakat yang usianya 40 sampai 50 tahun ke atas sebagai ‘menu’ setelah makan. Sebab, suplemen ini sangat cocok membantu proses pencernaan berbagai jenis makanan untuk usia tersebut. Produk ini bisa didapatkan di apotek-apotek dan tersebar di seluruh Indonesia.

Hanadi Setiarto mengatakan, pihaknya berkomitmen menghadirkan obat-obatan dan suplemen berkualitas. Bahkan, 50 persen produk dari Actavis Indonesia telah diekspor ke Asia Pasifik dan Eropa setiap tahunnya.

“Pertumbuhan kami memang  fokus pada 95 persen produk khusus seperti untuk resep obat,” ucapnya.

Meski masih menggantungkan bahan baku impor, namun pihaknya juga turut serta mencari solusi. Saat ini pemerintah menggalakkan agar industri lokal mengutamakan pemakaian komposisi dari dalam negeri.

“Kami ikut mengembangkan alternatif bahan baku obat, terutama yang terbuat dari herbal karena lebih alami dan natural. Sekarang bahan baku kami masih impor karena sangat spesialistik. Tapi, formulasi dan pembuatannya lokal,” tuturnya.

Sementara itu, Business Unit Head PT Actavis Indonesia, Denny Aring menjelaskan, Freegas berbeda dengan produk lain yang sudah lebih dulu beredar di pasaran. Komposisi (delapan enzim) yang terkandung di dalamnya menjadi yang terlengkap diantara suplemen sejenisnya.  Soal harga juga masih terjangkau, dalam bentuk strip dengan kemasan 6 tablet Rp18 ribu. Bisa dibeli per strip atau box.

“Kalau produk atau jenis lain, enzimnya paling dua atau tiga saja, tapi Freegas beda, lebih banyak dan lengkap dan tidak ada efek samping seperti obat. Freegas juga diproduksi PT Actavis Indonesia yang dimana memiliki sertifikasi dan jaminan kualitas dan mutu terbaik. Jadi aman dan terjamin,” jelas Denny.

Sementara  F.X.Trijanto Soetjahjo mengatakan masyarakat seringkali tidak menyadari dan kurang memahami bahwa perut kita sebenarnya sudah tidak layak mengkonsumsi makanan tersebut, baik karena makan yang berlebihan atau makan makanan yang tidak cocok. Bahkan karena usia kita sebetulnya tidak layak makan makanan itu dan tetap dipaksa makan karena hobi. Imbasnya, perut terasa begah, berasa kenyang dan kadang-kadang mual.

“Makanan utama kita ada 3 macam yakni protein, karbohidrat dan lemak, yang tidak bisa langsung diserap tubuh. Perlu bantuan enzim pencernaan agar penyerapannya maksimal buat membangun bagian tubuh yang rusak. Enzim pencernaan ini juga merupakan produk herbal tanpa efek samping dan tanpa resep dokter,”pungkasnya. (imm)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry