Ketua Bidang Royalti APPRI Ahmad Widi (kanan). DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co – Asosiasi Penyalur dan Pengusaha Rekaman Indonesia (APPRI) memastikan tidak pernah mengirimkan surat komplain kepada YouTube.

Ini terkait adanya surat komplain Abdul Ghoffar, pemilik label Manfaat Record di Lumajang yang juga Ketua Umum APPRI dan manajemen Menara Record ke YouTube terkait perusahaan aggregator PT YesMusik Eradigital Sejati.

APPRI melalui Ketua Bidang Royalti Ahmad Widi memastikan jika ada surat komplain itu di luar koordinasi APPRI secara kelembagaan.

”Saya pasti tahu kalau ada komplain atas nama APPRI. Kami di APPRI secara kelembagaan tidak pernah mengajukan surat komplain ke YouTube ataupun ke perusahaan agregator. Itu urusan perusahaan label (milik anggota APPRI) masing-masing,” kata Ahmad Widi, Jumat (26/7).

Menurut Widi, itu merupakan sikap pribadi Ghoffar dan Menara Record bukan sikap resmi APPRI sebagai kelembagaan. Karena, APPRI tidak pernah secara khusus membuat surat komplain yang ditujukan kepada YouTube terkait perusahaan aggregator konten.

Sementara itu, Ghoffar yang dihubungi media enggan melayani wawancara langsung dengan wartawan.

Asmuni Abdu, mantan Ketua Umum APPRI yang kini menjadi Ketua Umum Lembaga Menejemen Kolektif (LMK), mengaku baru tahu ada surat komplain Ghoffar dan Menara Record yang disebut-sebut mengatasnamakan APPRI, ke YouTube.

“Belum ada rapat resmi di APPRI membahas soal komplain tidak terbayarnya royalti dari YouTube,” tukasnya.

YesMusik Akan Gugat Balik

Sementara itu, Riccardo Mazzoni, CEO MusicYES (PT Yesmusik Eradigital Sejati) menyatakan akan melaporkan Ghoffar Record dengan laporan dugaan melakukan fitnah dan pencemaran nama baik. Karena laporan Ghoffar ke YouTube tidak berdasar dan fitnah.

“Saudara Ghoffar harus menjelaskan atas dasar apa dia membuat komplain yang mengatasnamakan ribuan perusahaan label di Jawa Timur dan menggunakan organisasi APPRI,” ujarnya.

Dia mengaku banyak sekali komplain hak cipta yang diterima MusicYes terkait konten musik milik perusahaan Ghoffar dan Menara Record.

Karena itu, perusahaan aggregator konten ini memutus kerjasamanya dengan Ghoffar dan Menara Record. “Konten-konten meraka sangat berisiko mengganggu sistem YouTube saya,” katanya.

Menurut dia, perusahaan label yang tidak memiliki masalah dengan kontennya telah dibayarkan royaltinya secara rutin tanpa kurang sedikitpun.

“ MusicYes memiliki bukti pembayaran hak royalty yang dikirimkan ke perusahaan label pemilik konten,” ujarnya. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry