Direktur Komunikasi Donone Indonesia, Arif Mujahidin. DUTA/ending

AMDK

Direktur Komunikasi Donone Indonesia, Arif Mujahidin. DUTA/ending

SURABAYA – Kondisi ekonomi yang belum membaik berdampak pada penjualan air minum dalam kemasan (AMDK). Walau mengalami pertumbuhan, namun tidak terlalu besar bahkan masih single digit. Direktur Komunikasi Donone Indonesia, Arif Mujahidin mengatakan pertumbuhan itu memang tidak terlalu besar, karena daya beli masyarakat yang masih rendah.  “Kondisi ekonomi masih belum membaik. Sehingga juga berdampak pada penjuakan AMDK,” ujar Arif di sela acara media gathering di Surabaya  Jumat (23/13).

Masyarakat, kata Arif masih cenderung menahan diri untuk tidak konsumtif dalam membeli AMDK. Mereka masih mengkonsumsi air minum non komersil dengan cara memasaknya sendiri dari air kran atau air tanah. “Sebenarnya peluang masih sangat terbuka lebar. Karena konsumsi AMDK di Indonesia ini masih rendah, sekitar 60 persen masih mengkonsumsi air non komersial,” tambahnya.

Peluang ini yang coba digarap perusahaanAMDK.  “Namun, karena daya beli masyarakat masih rendah, mau diapakan lagi. Kita tunggu saja sampai membaik,” tandasnya.

Untuk Danone yang memproduksi Aqua, pertumbuhan juga sama dengan rata-rata pertumbuhan industri. Namun hal itu tidak menyurutkan langkah Aqua untuk melakukan banyak inovasi. Dengan pengalaman 43 tahun dan memiliki 20 pabrik di beberapa kota di Indonesia, membuat Aqua selalu dekat dengan konsumennya.

Diakui Arif, Aqua sendiri memang ingin lebih mendekatkan diri dengan konsumen. Sehingga, di setiap kota di Pulau Jawa khususnya, Aqua memiliki pabrik. “Setiap pabrik menyuplai konsumen di daerah sekitarnya. Kami ingin menekan distribution cost,” tukasnya.

Aqua sendiri merupakan bagian anak usaha dari PT Danone Indonesia. Selain Aqua, yang tergabung di dalam induk usaha Danone Indonesia adalah Sarihusada dan Nutricia.

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan