GAYENG. Dari kiri ke kanan, Kepala Dinsos P3A Kota Mojokerto Choirul Anwar, Sekretaris Bakorwil 2 Bojonegoro Vivit Nurhidayati, Cak Sandi, Lina Desriana Arisandi, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Mojokerto Dewi Ratnawati Prasetyo tampak gayeng dalam pertemuan organisasi wanita se-Bakorwil Bojonegoro di Kota Mojokerto. (DUTA.CO/YUSUF W)

MOJOKERTO | duta.co — Pertemuan Rutin TP PKK, Dharma Wanita, dan Persatuan Wanita Olah Raga Seluruh Indonesia (Perwosi) Se-Bakorwil II Bojonegoro digelar di Sabha Mandala Madya Pemkot Mojokerto, Kamis (22/5/2025).

Pertemuan tersebut di antaranya dihadiri ketua TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, dan Perwosi se-Bakorwil II Bojonegoro, Sekretaris Bakorwil 2 Bojonegoro Vivit Nurhidayati, Kepala Dinsos P3A Kota Mojokerto Choirul Anwar, Ketua TP PKK Se-Bakorwil 2 Bojonegoro, pengurus Perwosi Kota Mojokerto, dan lainnya.

Pada kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi menuturkan, Kota ‘Kecil’ Mojokerto memberi kesempatan untuk menjadikan sebagai kota yang memiliki berbagai pilot project (proyek percontohan), di antaranya terkait stunting.

“Stunting di Kota Mojokerto pada tahun 2020 masih mencapai 7,71%. Pada tahun 2024 kami bisa menurunkan hingga tinggal 1,54%,” ujarnya.

“Kalau ada daerah lain yang juga sukses dalam hal tertentu, monggo disampaikan dan dibicarakan, sehingga nantinya sama-sama menjadi studi tiru,” harapnya.

Dengan demikian lelaki muda yang akrab disapa Cak Sandi ini berharap kinerja dari Bakorwil 2 benar-benar bagus. “Perlu kita sepakati sedini mungkin,” imbuhnya.

Cak Sandi juga berharap pertemuan rutin ini menjadi forum untuk menyatukan jiwa antar wilayah dalam satu irama, membangun masyarakat dari akar, bukan dari menara-menara gading.

“Kami percaya Bakorwil bukan hanya simpul koordinasi administratif, tetapi ruang strategis dimana nilai-nilai pengabdian, kesejahteraan, dan kebersamaan diuji serta diperkuat,” harapnya.

Dan secara pribadi Cak Sandi berharap, “Teruslah menjadi suluh di antara gelap, menjadi pelipur dalam sunyi, dan menjadi kekuatan di dalam diam sebab sejarah bangsa ini tak pernah dilukis oleh suara keras saja, tetapi oleh keikhlasan yang senyap dari hati para perempuan.”

Ketua TP PKK Kota Mojokerto Lina Desriana Arisandi mengatakan, pertemuan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar organisasi wanita dan saling bertukar informasi dan pengalaman,

Selain itu untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi dalam melaksanakan program-program pemberdayaan masyarakat, baik melalui jalur keluarga maupun pendidikan dan olah raga.

“Kami juga mengapresiasi Dharma Wanita Persatuan Kota Mojokerto dalam mendorong keterlibatan perempuan dalam pendidikan, sosial budaya, dan pembinaan jasmani dan olah raga,” katanya.

Kegiatan diikuti oleh 250 orang dari TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, dan Perwosi se-Bakorwil II Bojonegoro.(ywd)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry