Area Manager Communication Relation & CSR Deden Mochammad Indhadi (tengah) diapit Sales Branch Manager ll Surabaya Agung Surya  Pranata (kiri) dan Sales Branch Manager  1 Surabaya, Muhammad Faruq (kanan) saat memaparkan tentang perluasan uji coba implementasi full cycle subsidi tepat di Surabaya, Rabu (18/1/2023). DUTA/wiwiek

SURABAYA | duta.co – PT Pertamina Patra Niaga kembali melaksanakan perluasan penerapan implementasi secara menyeluruh (full cycle) Program Subsidi Tepat untuk pembelian Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar Subsidi dengan menggunakan QR Code.

Pada 26 Januari 2023 ini, ada 19 daerah di Jawa Timur yang akan menerapkan QR Code untuk pembelian BBM Tertentu. Dan pada 30 Januari 2023, ada 11 daerah yang akan menerapkan hal serupa.

Perluasan uji coba  Subsidi Tepat  tersebut di wilayah Jawa Timur diantaranya  Kabupaten Banyuwangi, Bojonegoro , Jombang, Lamongan, Madiun, Malang, Pacitan, Ponorogo, Sidoarjo, Situbondo, Tuban, Gresik, Bangkalan, Pamekasan, Sampang, Sumenep, serta Kota Batu,  Kota Malang  dan Kota Surabaya. Sedangkan untuk wilayah Bali daerah perluasan penerapan Uji Coba Subsidi Tepat tersebut meliputi Kabupaten Badung, Bangli, Gianyar, Tabanan serta Kota Denpasar.

Pada tahapan selanjutnya di 30 Januari 2023, penerapan Uji Coba pembelian Solar Subsidi dengan  menggunakan QR Code akan diperluas lagi ke sebelas wilayah kabupaten/kota di Jawa Timur yang meliputi 8 kabupaten dan 3 kota yaitu Kabupaten Blitar,  Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, Magetan, Ngawi, Trenggalek, Tulungagung, Kota Blitar, Kota Pasuruan dan Kota Probolinggo.   Sedangkan untuk Bali Uji Coba diperluas ke  empat wilayah kabupaten yakni di Kabupaten Buleleng Jembrana, Karangasem dan Klungkung.

Sehingga pada akhir Januari 2023 ini, 38 kabupaten/kota di Jawa Timur sudah menerapkan program ini. Karena sebelumnya  Pertamina Patra Niaga Region Jatimbalinus telah melaksanakan perluasan uji coba penerapan subsidi tepat di delapan kota/kabupaten di wilayah Jawa Timur pada Desember 2022 lalu. Yakni di Kabupaten Lumajang, Kota Kediri, Kota Mojokerto, Kabupaten Bondowoso, Jember, Kediri, Mojokerto dan Kota Madiun,

Di delapan kabupaten/kota sebelumnya, didata terjadi peningkatan konsumen yang melakukan registrasi pendaftaran meningkat sebesar 49,5% dibandingkan  periode sebelumnya. Ini menunjukkan pelaksanaan uji coba Ffull Cycle Subsidi Tepat ini berhasil dengan baik dan kondusif sehingga dilakukan perluasan wilayah uji coba untuk dapat lebih memantapkan program ini.

Di awal 2023 ini uji coba penerapan Subsidi Tepat untuk pembelian JBT solar subsidi akan kembali diperluas di beberapa lokasi meliputi wilayah Jawa Timur, Madura dan Bali. Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya di lokasi uji coba  untuk segera mendaftarkan kendaraannya melalui website subsiditepat.mypertamina.id. Karena  dalam waktu dekat  SPBU-SPBU di wilayah tersebut akan diterapkan transaksi JBT solar subsidi dengan menggunakan QR Code.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Deden Mochammad Idhani menyampaikan  perluasan uji coba pembelian solar subsidi dengan menggunakan QR Code di wilayah Jawa Timur, Madura dan Bali ini akan mulai diterapkan pada 26 Januari 2023.

“Penerapan pembelian JBT solar  subsidi ini sudah berjalan di 34 Kota/Kabupaten lainnya di Indonesia.  Untuk perluasan Uji Coba  kali ini  mencakup  19 Kabupaten/Kota di wilayah Jawa Timur serta 5 Kabupaten/Kota di wilayah Bali,” ujarnya di Surabaya, Rabu (18/1/2023).

Melalui uji coba ini  terus mengedukasi dan mensosialisasikan kepada konsumen pengguna BBM subsidi (solar JBT) untuk mendaftarkan kendaraannya.   Hal tersebut  bertujuan untuk memisahkan konsumen pengguna yang berhak dan yang tidak berhak. Pada pelaksanaan implementasi program subsidi tepat ini  Pertamina melakukan pemeriksaan dan pencocokan data, termasuk penentuan konsumen mana yang berhak sesuai Perpres 191/2014.

“Diharapkan hal ini dapat membantu pihak yang berhak atas produk subsidi menjadi terlayani lebih baik sekaligus mengeluarkan pihak yang tidak berhak untuk mendapatkan BBM Subsidi,” kata Deden.

<span;>Pertamina juga menyiagakan petugas di 1.300 booth pendaftaran yang bisa membantu masyarakat melengkapi data dan dokumen di website. Satu QR Code berlaku untuk satu kendaraan.

Bagi masyarakat yang sudah mendapatkan QR Code atau sudah terdaftar di website Subsidi Tepat, bisa membeli Solar subsidi dengan volume sesuai dengan SK BPH Migas No. 04/P3JBT/BPH Migas/KOM/2020 yakni 60 liter per hari untuk roda 4 pribadi, 80 liter per hari untuk roda 4 angkutan barang dan umum dan untuk angkutan barang dan umum roda 6 atau lebih dibatasi maksimal 200 liter per hari per kendaraan.

Sementara bagi masyarakat yang belum memiliki QR Code atau belum terdaftar akan tetap dilayani pembelian Solar subsidi namun dengan volume yang diatur yakni maksimal 20 liter/hari dan dilakukan pencatatan nomor polisi kendaraan di mesin EDC SPBU. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry