GM Region III Pertamina Patra Niaga, Bernard Partogi Siagian (kanan) berbincang dengan Dirut Pertamina Patra Niaga, Nina Sulistyowati (dua dari kanan) dan jajarannya usai pembukaan kantor di Surabaya, Senin (4/11). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) akan terus membidik potensi kapal asing di Tanjung Perak.

Karena selama ini banyak kapal asing yang bersandar di pelabuhan itu masih belum mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Surabaya tapi justru di negara sebelumnya atau sesudahnya.

Ini yang membuat PPN akan berusaha semaksimal mungkin agar kapal-kapal asing itu mengisi BBM di Tanjung Perak sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya.

Karena diakui General Manager (GM)  Region III PPN, Bernard Partogi Siagian, saat ini diperkirakan ada 10 hingga 20 persen dari total kapal yang ada di Pelabuhan Tanjung Perak, adalah kapal asing.

“Kalau kapal-kapal lokal kita sudah lakukan. Bahkan penjualan kita ini 50 hingga 60 persen ke kapal-kapal lokal, 40 hingga 50 persen lagi ke industri. Nah, dengan membidik kapal asing kita ingin kontribusi ke perkapalan ini bisa naik hingga 70 persen. Karena potensi di Surabaya dan Jawa Timur ini sangat besar,” ujarnya di sela pembukaan kantor di Surabaya, Senin (4/11) yang dihadiri Dirut PPN, Nina Sulistyowati.

 Karena itu, untuk bisa membidik kapal asing itu, PPN akan menjalin kerjasama dengan banyak pihak. Terutama dengan agen-agen kapal yang ada di Surabaya, Jawa Timur bahkan di luar negeri. “Kita akan lakukan itu. Karena kami tidak mungkin menyia-nyiakan potensi yang ada,” tukasnya.

Tidak hanya kapal-kapal asing, PPN juga akan membidik kapal-kapal nelayan di wilayah kerjanya. Karena potensi itu kata Bernard juga sangat besar.

Langkah ini dilakukan untuk mencapai target yang ditetapkan induk perusahaan yakni harus bisa menjual 210 ribu kilo liter BBM hingga akhir tahun ini. Walau pencapaian target sudah sebesar 90 persen, namun PPN tidak ingin berpangku tangan. “Kita harus mencari peluang-peluang bisnis baru salah satu kapal tadi,” katanya.

Karena itu, Bernard mengaku sangat optimis target yang ditetapkan itu bisa tercapai. Apalagi dengan mendekatkan diri pada sektor-sektor industri yang ada di Jawa Timur. Karena selama ini kontribusi Jawa Timur terhadap penjualan BBM secara total sangatlah besar yakni 13 ribu hingga 15 ribu kilo liter per bulan.

“Makanya target kita selalu meningkat. Tahun ini saja, 210 ribu kilo liter itu, sudah naik 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jadi target selalu akan meningkat dan semoga perekonomian terus membaik sehingga bisa mencapai target yang ditetapkan,” tuturnya.

PPN adalah anak usaha PT Pertamina (Persero).  Bisnis utamanya adalah menjual BBM ke industri baik yang besar maupun yang kecil. Selain itu, juga menyalurkan distribusi BBM baik itu subsidi maupun non subsidi.

PPN juga mengelola Depot LPG yang ada di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). Dan dalam waktu dekat akan mengakuisisi Depot LPG yang ada di Gresik yang saat ini masih dalam tahap negosiasi.

Selain itu, PPN juga mengelola 1.600 awak mobil tanki di Jawa Timur dan 1.600 di Jawa Tengah. Juga mengelola armada tanki sebanyak 490 di Jatim dan 490 di Jawa Tengah. “Kita ini memberikan peluang-peluang kerja bagi masyarakat. Karena dengan ini, masyarakat bisa lebih berdaya,” tandasnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry