Sejumlah ibu rumah tangga yang tergabung dalam UKM Sekar Tanjung Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Tuban sedang membuat batik tulis dan batik cap Minggu (24/3). DUTA/syaiful adam

TUBAN | duta.co – Para ibu ternyata mampu untuk membantu perekonomian keluarga tanpa harus keluar rumah.

Itu yang dibuktikan puluhan ibu rumah tangga yang berada di wilayah Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM), Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Mereka bisa menghasilkan uang dari keterampilan membatik yang diberikan PT Pertamina TBBM dalam program Corporate Social Responsibility (CSR).

Hasil dari keterampilan itu sungguh luar biasa. Itu mereka perlihatkan pada  Minggu (24/3).

Ketua UKM Sekar Tanjung Tasikharjo, Susiana sebagai yang membawahi para ibu itu mengakui jika awal mula keterampilan para ibu di desanya karena bantuan PT Pertamina sejak 2016 lalu.

“Alhamdulillah saat ini sudah ada 21 perajin dan empat titik pembuatan batik, batik tulis maupun batik cap, yang dikerjakan para ibu rumah tangga di rumahnya,” ungkap Susiana. ‎

Lebih lanjut perempuan 32 tahun menambahkan program CSR membatik yang diberikan oleh Pertamina menurutnya mampu memberikan edukasi warga untuk terus produktif dan sangat bermanfaat bagi kaum hawa.‎

‎‎Semula para ibu rumah tangga hanya menggantungkan penghasilan suami, sekarang per jam mampu mendapat uang Rp50.000. Selain itu mereka memiliki keterampilan menjahit.

“Pesanan terbilang lancar, meski belum stabil dari sisi produksi dan marketnya. Sementara ini baru kita pasarkan di Tuban dan juga ada pesanan di sejumlah Kota di Jawa Timur,” jelas guru salah satu sekolah dasar ini.

Susiana berharap nantinya jika produk batik UKM Sekar Tanjung yang dimotorinya akan terus berkembang dan mampu mandiri sendiri.

“Rencana  kedepannya kami akan berusaha mengikuti sejumlah event pameran di level Jawa Timur agar produk batik ini semakin dikenal. Strategi ini kami harap tetap dapat dukungan dari perusahaan,”‎‎ jelasnya.

Adapun harga batik sendiri sangat terjangkau. Untuk batik tulis harganya kisaran Rp155 ribu hingga Rp200 ribu per lembar ukuran dua meter. Sedangkan batik cap kisaran Rp135 hingga Rp150 ribu per lembar tergantung motif batik yang diinginkan.

Selain kain, UKM juga sedia baju jadi. Biasanya baju kemeja pendek diharga Rp180 sampai Rp200 ribu per potong. “Pesanan pakaian jadi tidak perlu menunggu lama, karena kami punya mitra yang menjahit sendiri, ada pesanan akan langsung kita kerjakan,” ucapnya.‎

Kepala Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Damuri memberikan apresiasi terhadap program pemberdayaan perempuan diwilayahnya‎. Program baik ini diharapkan berkelanjutan, dan tidak berhenti begitu saja.

“Sudah banyak program dari Pertamina TBBM dan semoga terus ditingkatkan,” tambahnya.

Diakui setelah mengenal batik, perempuan di Tasikharjo lebih produktif. Pemdes sangat mendukung perkembangan UKM, karena banyak memberi manfaat bagi masyarakatnya.

Operation Head Pertamina TBBM, Andarias A. Rambu, mengaku bangga karena UKM binaannya eksis dan selalu semangat. Sebagai perusahaan distribusi BBM, pihaknya akan terus mendampingi warga sekitar untuk lebih mandiri. “Menjadikan para perempuan mandiri menjadi kebanggaan kami,” tegasnya.

Tak hanya mendampingi, Pertamina TBBM juga telah membantu semua peralatan batik dan meningkatkan kapasitas SDM perajin di Kecamatan Kerek. Kenapa di Kerek, karena di situlah pusat produksi batik Bumi Wali berada. sad

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry