UPACARA : Siswa-siswi SD Juara Surabaya mengadakan Upacara memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 di halaman SD Juara Surabaya. (duta.co/dok)

SURABAYA  | duta.co – Untuk pertama kali siswa-siswi SD Juara Surabaya mengadakan Upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 di halaman SD Juara Surabaya. Setelah beberapa tahun dengan SDI Darussalam Sekolah Sang Juara.

Petugas upacara di hari ini sangat istimewa ini kolaborasi antara Bapak Guru, Ibu Guru dan murid, sedangkan peserta upacara terdiri dari Amil Rumah Zakat, Relawan Rumah Zakat Surabaya, wali murid dan siswa-siswi kelas 1 & 2.

Uniknya, petugas dan peserta upacara kompak mengenakan pakaian adat kreasi yang ada masing-masing, tujuannya agar tidak berlomba-lomba mengeluarkan banyak dana, tapi tetap terasa kental nuansa adat dan budayanya yang menjadi salah satu keunggulan dari negara kita tercinta ini Indonesia. Upacara ini dimulai pada pukul 07.20 WIB karena matahari sudah mulai terik.

Setelah upacara usai, dilanjut lomba, mulai lomba tumpeng oleh ibu wali murid dan untuk bapak, disediakan lomba meletuskan balon, estafet kaos dan kepala naga nampak keceriaan dari setiap peserta. Karena mungkin ini semua adalah bentuk nostalgia di masa sekolah bagi orang tua murid.

Selain itu ada parenting yang disampaikan oleh Widji, pakar parenting di Surabaya dengan tema “Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan Anak Sejak Dini”, karena bertepatan dengan hari kemerdekaan RI tema tersebut tepat untuk dibahas.

Banyak orang tua yang mengeluhkan tentang anaknya yang masih saja manja, ketergantungan terhadap orang tua belum mandiri. Maka dari itu, tujuan dari tema ini supaya orang tua paham bagaimana agar anak-anak bisa belajar untuk memimpin dirinya sendiri dulu. Agar tidak selalu orang tua yang bekerja jika ada sesuatu yang seharusnya sudah bisa dilakukan sendiri.

“Upacara 17 Agustus ini baru kali pertama ini kita adakan di Gedung baru SD Juara Surabaya, mengenang jasa pahlawan-pahlawan dan meneladani perjuangan mereka. Sekarang berjuangnya bukan melawan penjajah melainkan berjuang melawan kebodohan yakni dengan belajar yang giat.” ujar Suradin selaku Kepala Sekolah SD Juara Surabaya.

“Alhamdulillah acaranya seru, seneng bisa mengikuti upacara, sampai parenting” ujar Devi, salah satu orang tua murid kelas 1. (imm)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry