SURABAYA | duta.co  – Fakultas Farmasi Univesitas Surabaya (Ubaya) jadi Fakultas Farmasi pertama di Asia Tenggara yang mengajukan sertifikasi Accreditation Council For Pharmacy Education (ACPE). Sertifikasi tingkat dunia ini berlaku untuk Sarjana Farmasi dan Profesi Apoteker yang melakukan visitasi 12-15 Februari 2019 di Kampus Ubaya Tenggilis Jl Raya Kalirungkut Surabaya.

Pagi ini, sebanyak empat Asesor ACPE yang berasal dari Amerika Serikat, Taiwan dan LAM-PTKes (Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia) mengunjungi kampus Ubaya Tenggilis untuk penilaian, disambut oleh Prof Ir Joniarto Parung, MMBAT,  PhD, selaku Rektor Ubaya beserta jajaran Pimpinan.

“ACPE adalah partner yang tepat untuk bekerjasama memperkuat sistem edukasi di Ubaya, khususnya Fakultas Farmasi. Setelah perjalanan panjang mengajukan proses sertifikasi, akhirnya kita dapat bertemu di tahap ini. Saya harap seluruh staff Farmasi, rekan kerja praktisi, kurikulum dan fasilitas di Ubaya telah sesuai dengan ketentuan ACPE,” ungkap Joni.

Ike Dhiah Rochmawati, SFarm, MFarm selaku Ketua Self Study Report mengharapkan jika sertifikasi ACPE dapat dikantongi oleh Fakultas Farmasi Ubaya Juli 2019. “ACPE merupakan satu-satunya akreditasi yang fokus pada penjaminan mutu pendidikan farmasi serta apoteker. Semua universitas di Amerika pasti diakreditasi oleh ACPE, sedangkan di luar Amerika baru ada beberapa negara lain seperti Saudi Arabia, Cyprus, Yordania dan Uni Emirat Arab,” harapnya.

Sebanyak 15 orang yang terdiri dari dekanat, dosen dan manajer administrasi ikut terlibat untuk mempersiapkan sertifikasi ACPE. Persiapan dimulai pada Juli 2017. Tim mengirim Letter of Intent atau dokumen persyaratan untuk ditinjau dan mendapat kunjungan pada Agustus 2017 dalam tahap pre- application consultation.

Hasil dari kunjungan tersebut, tim membuat Self Study Report (SSR). Perlu proses yang panjang dalam pembuatan SSR hingga akhirnya terkirim pada oktober 2018. Hasil SSR dirapatkan oleh International Commissioner Board. Proses visitasi oleh keempat asesor dilakukan setelah perkuliahan dimulai kemarin hingga hari ini.

Terdapat enam kriteria penilaian setifikasi yang harus dipenuhi, yaitu misi, rencana dan evaluasi, organisasi dan adiministrasi, kurikulum, mahasiswa dan kebijakan akademik, karyawan, fasilitas serta sumber daya.

“Kami berharap dapat mengantongi sertifikasi dari ACPE. Melalui sertifikasi ini, Fakultas Farmasi Ubaya dapat menjamin jika program pendidikan Sarjana Farmasi maupun Profesi Apoteker di Ubaya sudah memenuhi standar internasional,“ ujar Ike, Kepala Laboartorium Farmasi Klinis Komunitas Ubaya.

Director International Services ACPE, Michael J Rouse, BPharm (Hons), MPS dalam sambutannya turut memberikan pujian pada Ubaya mengenai komitmen peningkatan kualitas. “Saya telah mengunjungi banyak Negara selama bekerja, tapi bagian yang paling menyenangkan adalah  bekerja dengan orang yang berkomitmen mengenai kualitas. Saya tidak akan ada di sini jika Ubaya tidak mempunyai komitmen itu. Saya berterima kasih untuk komitmen fakultas dan universitas yang kuat dalam bekerja, waktu, stres, materi dan sumber daya,” kata Rouse. wik

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.