KEDIRI| duta.co –Target Manajemen Persik membawa tim Macan Putih menembus batas juara dengan bertahan di puncak klasemen sementara Group 6 Liga Dua, tak mampu dipertahankan saat dijamu Perssu Sumenep, Sabtu (12/8) di Stadion Ahmad Yani Sumenep.

Begitu wasit Nur Chamid dari Demak Jawa Tengah meniup peluit dimulai pertandingan, anak asuh Coah Bejo Sugiantoro bagai tersihir permainan anak – anak Perssu yang bermain energik dan efektif saat melakukan serangan balik.

Striker Persik, Abdul Rahman Abanda dibuat tak berkutik atas preesing ketat dilakukan 2 hingga 3 pemain tim tamu. Tidak seperti biasanya, Slamet Sampurno tidak mampu menunjukkan permainan layaknya mental tim yang digadang – gadang juara group.

Kemenangan ini menuntaskan dendam Perssu saat dijamu Persik Kediri, dihujani 4 gol. “Terutama mental anak – anak patut diacungi jempol. Bermain tanpa lelah karena butuh kemenangan meski tetap duduk di juru kunci,” jelas Junaedi, Direktur Tehnik Perssu ditemui usai laga.

Insiden fatal terjadi, saat proses gol pertama merobek jala Persik dikawal Tedy Heri di menit ke – 44 masa injury time. Serangan cepat dari sisi kiri pertahanan, tidak mampu diantisipasi oleh anak – anak Macan Putih meski berbau offside. “Memang berbau pelanggaran, selanjutnya mental anak – anak jatuh,” jelas Coah Bejo Sugiantoro.

Sebaliknya Perssu Real Madura justru meningkatkan daya gedornnya.Dua gol tambahan Perserru diciptakan oleh Fariz Tuhareza dan Nurul Huda yang kembali membobol gawang Tedi Heri. Terkait kekalahan ini, Pelatih Persik Kediri Bejo Sugiantoro ketika dikonfirmasi  mengakui jika permainan teamnya tidak terlalu baik hari ini.

” kita akui kalah fight spirit. Selama saya pegang hari ini terutama paling jelek.” tandasnya.(nng)

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan