PASURUAN | duta.co  – Warga Desa Jatigunting, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, dibuat gempar oleh kebakaran di rumah Dhofir (59).  Lebih heboh lagi karena di rumah pria yang  dikenal sebagai dukun ini ditemukan dua sosok mayat terbakar Minggu 20 Januari 2019. Dua korban diduga juga seorang dukun.

“Sekitar pukul 02.00 WIB, saat saya sedang berada di warung kopi, salah satu warga berteriak minta tolong karena rumah Dhofir terbakar,” kata Kades Jatigunting, Yudie, Minggu (20/1/2019).

Mendengar teriakan minta tolong, warga sekitar kemudian mendatangi rumah Dhofir. Di tengah gelap malam karena listrik padam, warga melihat dua mayat dalam keadaan terbakar di depan semacam gubug bambu yang menempel pada rumah Dhofir.

“Ternyata ada dua orang terbakar. Gubuknya juga ada api. Warga langsung memadamkan,” terang Yudie.

Peristiwa ini sontak membuat warga geger. Perangkat desa setempat kemudian melaporkan kejadian ini kepada polisi.

Polisi yang tiba di lokasi melakukan olah TKP. Setelahnya kedua mayat dibawa ke RS Bhayangkara, Gempol, untuk diautopsi.

Kedua korban diperkirakan berjenis kelamin pria dan wanita. Mereka juga ditemukan dalam keadaan terikat. Hasil penyelidikan Polisi lalu menetapkan M Dhofir (59) dan istrinya Nanik Purwanti (30), sebagai tersangka pembunuhan dua mayat yang ditemukan terbakar di Pasuruan.

Kapolres Pasuruan AKBP Rizal Martomo mengatakan motif tersangka membunuh kedua korban adalah karena ingin balas dendam kepada korban. Tersangka mengaku korban pernah menyakitinya dengan ilmu hitam.

“Diduga tersangka dendam kepada korban karena pernah menderita sakit akibat disantet oleh korban,” jelas AKBP Rizal Martomo.

Tragedi ini diduga akibat persaingan profesi dukun. “Pak Dhofir memang seorang dukun. Orangnya agak tertutup, jarang bersosialisasi,” kata salah satu warga, Irham Maulana (21).

Irham menambahkan, Dhofir sebenarnya berasal dari Dusun Sumbergentong, Desa Jatigunting. Akan tetapi lima tahun lalu, ia pindah ke Dusun Krajan, Desa Jatigunting.

“Di dusun sebelah dia sudah buka praktik dukun puluhan tahun. Pindah ke dusun ini juga masih dukun. Sepertinya itu pekerjaan utama,” terang Irham.

Selama ini, Dhofir pun dikenal mampu mengobati orang yang kesurupan atau terkena guna-guna. Pasiennya justru sebagian besar dari luar dusun.

Namun dua korban, yaitu Sya’roni (58), warga Dusun Pejaten, Desa Pajaran, Kecamatan Rembang dan Imam Sya’roni (70), warga Desa Selorentek, Kecamatan Kraton, bukanlah pasien Dhofir.

“Dua korban yang terbakar itu informasinya juga seorang dukun di daerahnya. Jadi sama-sama dukun. Mungkin ada unsur persaingan,” ujar Irham.

Polisi kemudian menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini, yaitu Dhofir, istrinya Nanik Purwanti (30) serta Zainudin (30). (dul/dt)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.