PERPUSTAKAAN: Suasana Sharing Experience Perpustakaan antara UMG dengan UMY. Duta/Humas UMG

GRESIK | duta.co – Media sosial dan kemajuan  internet menjadi tantangan bagi  setiap  perpustakaan khususnya perpustakaan di lingkungan kampus. Kini demi mempertahankan konsistensinya sebagai pelayan nomor satu dalam hal persebaran keilmuan, perpustakaan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) terus berbenah demi perbaikan layanan.

“Kita terus  melakukan perbaikan-perbaikan juga inovasi agar para customer kita puas dengan layanan yag kita lakukan,” tegas Kepala Perpustakaan UMG  Ainur Rofiq, SIIP.

Salah satu hal yang dilakukannya, ungkap Rofiq, dengan melakukan sharing experience atau berbagi pengalaman dengan pengelola perpustakaan. Seperti yang baru-baru ini dengan kedatangan tamu dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

“Dari sharing experience ini kita bisa mendapatkan banyak pengalaman yang berguna untuk perbaikan kualitas layanan,” tegasnya.

Pasalnya, bicara mengenai inovasi pengembangan dan pemberdayaan perpustakaan tidak lepas dari kualitas layanan. Strategis dalam upaya mencapai hal tersebut terkait dengan banyak hal, misalnya apakah kecukupan jumlah koleksi buku juga adanya kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Kita terus melakukan pembelian buku-buku berdasarkan kebutuhan, selain terus meningkatkan SDM dengan mengikuti workshop-workshop,” ungkapnya.

Jika kecukupan jumlah dan SDM sudah terpenuhi, barulah lanjut Rofiq, berusaha meningkatkan fasilitas, pemustaka yang friendly, interaktif dengan pengunjung, kenyamanan ruangan maupun situasinya, dan tentunya meningkatkan koleklsi buku yang beragam, up date juga lengkap. Selain tentunya yang tidak boleh ketinggalan yakni dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada.

“Khusus perpustakaan UMG, kita tengah mengembangkan repository berbasis software e-Print, agar karya ilmiah dosen yang selama ini tidak bisa terbaca atau teridentifikasi dengan Indonesia One Search sehingga secara otomatis bisa dibaca banyak orang,” jelasnya.

Bahkan tidak cukup itu saja, repository ada, nantinya juga akan dilenghkapi dengan fitur upload mandiri. “Dengan begitu maka keberadaan perpustakaan akan makin berkembang dan makin diminati, karena mengakomodasi perkembangan teknologi,” tegasnya.

saat ini pihaknya tengah memperbanyak titik layanan, baik melalui informasi, referensi, digital, free wifi atau sistem akses internet. Di tenaga pengelola, juga tengah meningkatkan jumlah ideal tenaga perpustakaan. Idealnya tiap perpustakaan dikelola  2 lulusan S2 perpustakaan, 2 lulusam S1 perpustakaan, dan dua tenaga perpustakaan lulusan D3.

Sementara untuk meningkatkan standar perpustakaan yang idealnya per hari 0,5 meter persegi (m2) untuk satu mahasiswa, maka minimal UMG paling tidak minimal 1.600 m2. “Saat ini rencananya perpustakan akan diperluas hingga dua lantai untuk memenihi standar tersebut,” jelasnya.

Dengan semua inovasi yang dilakukan, Rofiq berharap perpustakaan UMG diminati di lingkungan kampus. “Paling tidak harapan kita keberadaan perpustakaan juga mampu menjadi penopang  dari perguruan tinggi dalam hal mendapatkan referensi tentang keilmuan,” harapnya. rum

Tinggalkan Balasan