
Oleh Mukhlas Syarkun*
APA pun alasannya, yang diungkapkan Presiden Prabowo soal kabur ke Yaman, sesungguhnya itu tidak pantas diucapkan seorang kepala negara. Ini menimbulkan opini liar.
Pertama, pidato itu terlihat ekpresi kejengkelan dari kritikan dan kelurahan rakyat marginal yang, menjadi bagian dari mayoritas rakyat kita. Mestinya presiden hadapi kritikan dan keluhan dengan kesatria dan jiwa nyegoro (falsafah kepimpinan Jawa) pemimpin harus seperti lautan.
Kedua, pernyataan Presiden Prabowo bisa dimaknai melanggar konstitusi NKRI yang menganut bebas aktif, maka, gak boleh merendahkan atau menghina negara mana pun termasuk Yaman.
Ketiga, bentuk ketidaksukaan Presiden Prabowo pada Yaman mengundang pertanyaan. Apa disebabkan karena Yaman satu satunya negara teluk yang berani nyerang Israel?
Opini liar ini bisa membuat stigma presiden kita pro Israel. Karena itu merendahkan Yaman yang sedang gencar menyerang Israel menjadi tanda tanya besar.
Keempa, rata rata anak-anak Indonesia termasuk negara ASEAN dan negara muslim lain datang ke Yaman cari ilmu. Dan menurut Gus Dur sanad keilmuan pesantren dari Yaman sangat jelas
Jadi? Ini bisa dimaknai Presiden Prabowo merendahkan anak anak Indonesia ke Yaman untuk mencari ilmu.
Menurut hemat saya. Ini harus disudahi. Jika merasa khilaf harus minta maaf dan itu sikap kesatria dan bertabat. Tapi jika tak merasa khilaf..ya terserah!
Silahkan komen kolom komentar





































