MOJOKERTO | duta.co –  Air mata Muhamad Yusuf (65) bercampur rasa bangga saat bertemu dengan Prabowo Subianto. Dia sangat terharu ketika berjumpa lagi dengan  mantan komandannya itu. Karena itu, begitu bertemu, purnawirawan angkatan darat itu langsung memeluk Prabowo yang berdiri di depannya. Air matanya pun meleleh mengenang masa-masa heroik bersama berjuang demi negara.
Keduanya nampak berbicara sejenak di tengah ratusan massa yang menyambut Prabowo di GOR Majapahit, Mojokerto pada Minggu (24/2) lalu. Yusuf pun langsung berdoa agar Prabowo menjadi presiden.
“Semoga bapak menjadi presiden, saya dukung bapak,” kata Yusuf sambil meneteskan air mata.

Prabowo terlihat menenangkan bawahannya itu dan memeluknya dengan erat.

“Terimakasih atas doanya,” bisik sang jenderal. Ya, Yusuf sengaja datang ke Mojokerto karena ingin bertemu dengan Prabowo. Dia juga berkeliling untuk meyakinkan kawan-kawannya agar memilih Prabowo menjadi presiden. Sebab tokoh ini paling layak memimpin Indonesia sekarang.

“Begitu saya tahu jadwalnya langsung kesini, saya kemarin dari Banyuwangi,” kata pria yang kini tinggal di Bandung itu, seperti dikutip dari RMOL.CO, Selasa (26/2).

Yusuf mengaku lama menjadi bawahan Prabowo. Dia mengenal atasannya itu saat pangkatnya masih perwira menengah.

“Karena beliau saya bangga dan semoga menjadi presiden,” tambahnya.

Yusuf bercerita, dia mendampingi Prabowo sejak bertugas di Timor Leste puluhan tahun yang lalu. Menurut dia, Prabowo adalah seorang atasan yang peduli dan perhatian dengan bawahannya.

Yusuf masih ingat, ketika dia harus makan sepiring berdua, di tengah hutan, wilayah Viqueque, Timor Leste.

“Waktu itu kami makan sepiring berdua, saya pertama nggak mau. Tapi Pak Prabowo ngotot memerintah saya harus makan,” tandasnya.

Yusuf juga masih ingat bagaimana Prabowo pernah bertempur di Mapenduma menghadapi pemberontak di Papua. Ketika itu, dia bersama Prabowo  mengejar para pemberontak untuk merebut sandera.

Meski diberondong tembakan dari atas bukit, Prabowo bersama anak buahnya tetap tak gentar untuk mengejar.

“Kita kontak tembak di hutan, Pak Prabowo juga ikut bertempur waktu itu,” tambahnya lagi.

“Beliau memimpin langsung. Sebagai komandan dia tidak hanya duduk di kursi, tapi beliau di lapangan. Kalau orang berbicara tidak benar saya nggak percaya. Karena saya puluhan tahun bersama beliau. Hidup mati bersama beliau,” pungkasnya. (ari/rmol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.