LIHAT MAKET : Dirut PPRO Samperna Jaya, Rudy Harsono (tengah) dan Regional CEO Bank Mandiri R. Erwan Djoko Hermawan (kanan) melihat maket proyek apartemen Westown View di Wiyung (duta.co/imam)

SURABAYA  | duta.co – Kota Surabaya  sebagai salah satu pusat perdagangan di Indonesia dan wilayah timur Indonesia menjadikan bisnis apartemen masih menjanjikan dan banyak dilirik pembeli. Untuk itu, PT Pembangunan Perumahan (PP) Properti Tbk selalu tak main-main dalam membuat hunian apartemen di Surabaya.

Ada dua proyek yang sedang dikembangkan yakni apartemen Westown View di Wiyung dan Grand Sagara di kaki jembatan Suramadu. Untuk memudahkan pembeli apartemen, PT Pembangunan Perumahan (PP) Properti Tbk mengandeng Bank Mandiri  dengan bunga fix 6,75 persen untuk waktu tiga tahun.

Dirut PPRO Samperna Jaya, Rudy Harsono mengatakan kerjasama dengan Bank Mandiri  memudahkan pembeli dalam memilih KPA (Kredit  Kepemilikan Apartemen). Dari unit apartemen di tower 1 dan 2 yang sudah terjual, ada potensi sekitar Rp 350 miliar.

“Saat ini tower I sudah terjual sekitar 85 persen dan tower 2 sekitar 30 persen dengan masing-masing tower 900 unit. Setelah pembeli melunasi uang muka, baru pada proses untuk KPA.  Saat ini progress pembangunan tower I sudah mulai pondasi disusul tower II,” jelasnya.

Sementara untuk Grand Sagara dengan luas lahan 6 ha, konsep mixed used yang akan dilengkapi dengan apartemen, hotel, office, pusat perbelanaan. Untuk jumlah towernya dibangun  dua tower dengan ketingian 50 lantai, masing-masing tower sekitar 900 an unit.

“Saat ini Grand Sagara juga masih tahap pembangunan pondasi. Untuk itu, kita sangat hati-hati karena lokasinya di pinggir pantai, dengan kontur tanah yang berbeda jadi perlu penanganan khusus. Kalau dibilang potensi apartemen di Surabaya masih besar meski tidak sekencang tahun lalu,” tegas Rudy.

Sementara Regional CEO Bank Mandiri R. Erwan Djoko Hermawan mengakui potensi proyek PP sangat besar dengan banyaknya pembangunan property yang dilakukan.  Kerjasama PP dengan Bank Mandiri sudah terjalin lama dan punya record yang bagus.

“Selain PP punya kekuatan besar, juga  NPL 0 persen. Sehingga bagi kami kerjasama ini saling menguntungkan. Segmen apartemen  dibawah Rp 2  miiliar masih besar dan pertumbuhannya meningkat,” jelasnya usai MoU dengan PP untuk dua proyek besarnya yakni  Westown View di Wiyung dan Grand Sagara.

Untuk kredit property R. Erwan Djoko Hermawan optimistis hingga akhir tahun 2019 ini bisa tercapai 100 persen dari  target sebesar Rp 7 triliun. Hingga kuartal 3 tahun 2019 ini realisasi kredit property KPR dam KPA sudah tercapai 97,5 persen.

“Naik 10 persen dibandingkan tahun 2018 lalu seseuai dengan kenaikan kredit property secara nasional dari 10 persen menjadi 12 persen. Bisnis properti masih menjanjikan, termasuk proyek apartemen dengan bunga bersaing dengan bank lain dan tenor sampai 15 tahun,” ujarnya.

Rudi menambahkan Westown View rencananya serah terima unit saat pembangunan tuntas pada 2021 mendatang.  Proyek mixed building yang berada tepat dikawasan strategis Wiyung, Surabaya Barat ini memiliki luas area sekitar berdiri 2,7 hektar (Ha).

Untuk membangun tower La Chiva, PP Properti berinvestasi sebesar Rp550 miliar. Sedangkan tower Sandbridge sebesar Rp630 miliar. Tak hanya menawarkan apartemen yang nyaman, di Westown View juga akan dihadirkan area commercial yang nyaman untuk menunjang lifestyle para penghuninya. (imm)

 

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry