

Yulius Ronadi, Vice President Marketing Bogasari Wilayah Indonesia Timur mengatakan peningkatan permintaan itu lebih dari 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Permintaannya lebih tinggi dibandingkan merek lainnya. Biasanya ini untuk industri biskuit dan sejenisnya,” katanya di sela backing bersama media di Bogasari Backing School, Rabu (4/3/2026).
Tidak hanya Kunci Biru, merek terigu lainnya juga mengalami pertumbuhan seperti Segitiga Biru, Lencana Merah dan Cakra Kembar. “Januari dan Februari 2026 ini tumbuh ya, naik sekitar tiga persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu di Indonesia Timur,” jelasnya.
Dikatakan Yulius, konsumsi terigu dari berbagai jenis dari Bogasari itu paling besar kontribusinya dari pelaku UMKM sebesar 60 hingga 65 persen. Sebesar 20 hingga 25 persen untuk industri dan sisanya rumah tangga.
“Paling besar untuk pasar Indonesia Timur itu, di Jawa Timur sebesar 70 persen, sisanya baru daerah lain,” katanya.
Ciptakan Pelaku Usaha Melalui BBC
Untuk meningkatkan penjualan terigu, Bogasari memiliki cara tersendiri yakni dengan menciptakan pelaku usaha baru di bidang kuliner khususnya kue.

Itu diwujudkan dengan didirikannya Bogasari Baking School (BBS). Di BBS ini, Bogasari memberikan pelatihan untuk bisa menciptakan kreasi kue dengan standar yang baik.
“BBS ini sebagai pendukung bisnis terigu Bogasari. Ini pusat edukasi agar muncul pelaku usaha baru yang menggunakan terigu kami sebagai bahan bakunya,” tuturnya. ril/lis