
SURABAYA | duta.co – Ada yang berbeda dari website resmi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sekitar dua bulan ini muncul di pojok kanan bawah asisten virtual BPKH dengan nama MINA yang siap membantu. Penasaran dengan tampilan, langsung klik dan ternyata ada tiga pilihan akses yakni IG, FB dan live chating.
Saat klik live chating dengan MINA, responnya juga cepat meski yang menjawab otomatisasi sistem, ada beberapa pilihan yang bisa di klik sesuai kebutuhan. Demikian juga kalau klik FB bisa langsung live chat dengan messanger, juga dengan akses IG bisa nyambung dengan DM yang siap menjawab pertanyaan sesuai kebutuhan yang diperlukan.
Pada awal live chat dengan MINA penulis mencoba memilih topik di bawah ini untuk melihat informasi terkait Pendaftaran Haji. Dan muncul 1. Syarat Pendaftaran Haji 2. Biaya Haji 3. Kuota Haji 4. Alur Penyelenggaraan Ibadah Haji 5. Info Antrian Haji 6. Info Akad Wakalah 7. Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji dan 8. Kembali ke Menu.
Dimana masing- masing topik ketika di klik akan dijelaskan secara rinci alur yang bisa dilakukan dengan jelas dan rinci. Meski jawabannya otomatisasi dari sistem yang sudah disiapkan, tidak masalah bisa menjawab sesuai kebutuhan dan bisa diakses 24 jam.
Transparansi dan digitalisasi informasi menjadi keharusan yang dilakukan BPKH guna meyakinkan masyarakat dan calon jemaah haji ataupun jemaah haji yang siap berangkat pada tahun 2026 ini.
BPKH meluncurkan asisten virtual bernama MINA untuk mempermudah layanan informasi seputar keuangan haji dan calon jemaah. Meski detail resmi peluncurannya terbatas di situs BPKH, alasan utamanya mengacu pada tugas BPKH sendiri.
Akses MINA juga tidak ada pembatasan dengan syarat tertentu karena semua bisa buka web BPKH otomatis bisa klik dengan beberapa kelebihan MINA. Selain transparansi juga edukasi berkelanjutan. Diantaranya Akses informasi 24 jam. Calon jemaah haji butuh info cepat soal setoran awal, nilai manfaat, jadwal keberangkatan, dan BPIH. MINA jadi chatbot yang standby kapan pun tanpa harus telpon call center.
Edukasi pengelolaan dana haji. Banyak jemaah belum paham dana haji dikelola secara syariah, aman, dan diaudit BPK. MINA bantu jawab pertanyaan umum soal ini biar transparan. Cek nilai manfaat & VA lebih mudah. Jemaah bisa tanya cara cek nilai manfaat lewat Virtual Account tanpa harus buka aplikasi BPKH VA dulu. MINA kasih panduan step-by-step.
Efisiensi layanan. BPKH kelola dana Rp176,3 triliun dengan jutaan calon jemaah tunggu. Chatbot kurangi beban call center untuk pertanyaan berulang. Digitalisasi layanan haji. Sejalan dengan arah pemerintah yang dorong layanan publik digital. Biaya haji 2026 juga sudah diumumkan rinci BPIH Rp87,4 juta, Bipih Rp54,1 juta, Nilai Manfaat Rp33,2 juta. MINA bantu jelasin rinciannya ke jemaah.
Kolaborasi BPKH dan Buzz ARVR Layanan Haji Secara Digital
Bulan November 2025 lalu, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menjalin kerja sama dengan Buzz ARVR, perusahaan teknologi imersif yang berfokus pada pengembangan solusi berbasis Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan Artificial Intelligence (AI).
Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari langkah BPKH dalam memperkuat transformasi digital ekosistem haji Indonesia, dengan menghadirkan inovasi layanan yang adaptif terhadap kebutuhan jamaah di era digital.
“Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pengalaman beribadah yang lebih tenang dan terarah melalui teknologi digital yang aman dan bermanfaat,” ujar Harry dalam keterangannya di Jakarta, Rabu dan dilansir antaranews.com.
Harry mengatakan kerja sama ini menghadirkan peluang besar untuk menyediakan layanan digital yang membantu jamaah haji dan umrah ketika berada di Tanah Suci, sekaligus mempercepat transformasi digital dalam tata kelola ekosistem haji.
Melalui kolaborasi ini, BPKH berupaya menghadirkan inovasi layanan yang mendukung visi lembaga untuk menjadi pengelola dana haji yang terpercaya dan modern. Sementara bagi jamaah haji, kemitraan ini memberikan manfaat nyata berupa layanan asisten virtual yang dapat diakses selama berada di tanah suci.
“Layanan tersebut memungkinkan jamaah memperoleh panduan digital terkait lokasi, tips perjalanan, serta tata cara pelaksanaan ibadah secara interaktif, sehingga memberikan pengalaman beribadah yang lebih terarah, aman, dan informatif,” kata dia.
Sementara itu, CEO Buzz ARVR, Beh Ee Ling mengatakan kerja sama ini menjadi peluang untuk menghadirkan teknologi imersif yang memiliki nilai sosial dan spiritual tinggi. Teknologi tidak hanya berfungsi untuk hiburan, tetapi dapat menjadi alat yang memperkuat makna dan kenyamanan dalam beribadah.
“Teknologi ARVR dan AI kami akan berperan layaknya asisten virtual yang menemani Jemaah selama menjalankan ibadah, membantu mereka menavigasi lokasi, memahami ritual, dan mengakses informasi penting dengan mudah,” ujar Beh Ee Ling. Imm







































