UNDIAN : Acara undian emas buat nasabah Pegadaian konvensional dan syariah di Surabaya. (duta.co/imam)

SURABAYA | duta.co -Siapa yang kenal dengan Pegadaian. Bagi sebagian besar emak –emak, tidak saja di pelosok kampung, di desa, bahkan di kota besar sekalipun, Pegadaian bisa jadi menjadi penyelamat bila sedang butuh uang cepat secepat kilat.

Bagaimana tidak, hanya datang ke kantor ccabang Pegadaian dengan membawa barang berharga bisa langsung mendapatkan uang sesuai kebutuhan. Tentu saja sesuai dengan niali taksiran barang jaminan yang dibawa. Istilah kebanyakan yang digunakan emak-emak bila ditanya setelah dari Pegadaian dengan men-sekolahkan aneka barang yang dimilikinya.

Dan menariknya, di sejumlah kantor cabang Pegadaian terutama di wilayah pinggiran dan daerah, membawa perlengkapan dapur, kain jarik sudah biasa untuk digadaikan. Kenapa demikian, karena hanya di Pegadaian-lah yang bisa menerima aneka barang tersebut dengan pinjaman dalam jumlah tertentu sesuai taksiran barang yang ada.

Karenanya bagi para emak-emak yang butuh dana cepat dan mudah tanpa ribet apalagi kebanyakan mereka unbankable, keberadaan Pegadaian solusi utama. Dan brand image Pegadaian di mata mereka sangat kuat dengan banyak keunggulan dibandingkan dengan gadai swasta, rentenir dan lembaga pinjaman lainnya yang sangat gencar terjun langsung ke pasar-pasar tradisional.

Mak Sriyatun, pedagang sayur salah satu pengguna setia Pegadaian di wilayah Jember mengaku pernah terjebak dalam pinjaman rentenir dan gadai swasta. Proses pinjamanya memang cepat karena mereka bisa datang ke rumah, ke stan pasar-pasar. Namun dibalik kecepatan yang mereka tawarkan, ternyata ada beban biaya yang tidak ringan.

“Bunganya sangat tingi, sebulan bisa 20 persen bahkan lebih. Bagi pedagang seperti saya tentu saja berat sekali meski awalnya tidak terasa karena pas butuh sekali,” jelas Sriyatun yang menjadi pengepul sayur kacang panjang dan poduksi pertanian lain dari petani.

Sriyatun menambahkan awal pinjamannya dibawah Rp 5 juta, namun seiring waktu karena ada masa tidak bisa membayar cicilan, jumlahnya bisa berlipat. Dan jumlah tersebut makin berlipat bila dalam seminggu bahkan sebulan tidak bisa membayar bunganya ataupun modal utangnya.

“Dari kejadian itu, saya kapok menggunakan gadai swasta dan rentenir. Apalagi pinjaman online, mesk tidak ada agunan, sebulan bunganya bisa sampai 30 persen. Sangat berat bagi kami para pedagang kecil yang perlu perputaran uang mesi kecil dalam jumlah besar,” ujar Sriyatun.

Pegadaian Vs Gadai Swasta dan Rentenir online

BERKEMBANG : Perusahaan Fintech terus berkembang memenuhi kebutuhan layanan perbankan di Indonesia. (duta.co/dok)

Pegadaian, Lembaga berkekuatan hukum lain yang juga bisa menjadi alternatif mendapatkan pendanaan adalah Pegadaian. Perusahaan BUMN ini sudah lama dipercaya masyarakat untuk mengatasi masalah pendanaan dengan risiko ringan dan proses yang cepat.

Calon nasabah pegadaian hanya perlu membawa barang berharga ke pegadaian untuk ditukar dengan dana segar. Proses berlangsung cukup singkat. Prosedur pengajuannya sangat mudah. Calon nasabah atau debitur hanya perlu membawa agunan berupa perhiasan emas dan barang berharga lainnya ke outlet Pegadaian.

Proses pinjaman sangat cepat, hanya butuh 15 menit. Pinjaman mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 500.000.000 atau lebih. Jangka waktu pinjaman maksimal 4 bulan atau 120 hari dan dapat diperpanjang dengan cara membayar sewa modal saja atau mengangsur sebagian uang pinjaman.

Salah seorang nasabah Pegadaian, Ahmad Iqbal mengaku mendapatkan kemudahan bertransaksi di Pegadaian. “Prosesnya cepet, cuma 15 menit. Paling kita kena uang sewa. Kalau gak ditebus-tebus ya bayar terus uang sewanya per 10 hari. Dana yang didapat 85 persen dari harga emas hari itu. Ya nanti ditebus sesuai uang yang didapat,” katanya.

Dibalik kemudahan yang ditawarkan Pegadaian, sejatinya di lapangan banyak musuh yang harus dihadapi Pegadaian.  Yakni gadai swasta dan rentenir, baik konvensional maupun online. Berbeda dengan bank atau pegadaian, meminjam uang dari gadai swasta dan rentenir harus siap dengan bunga tinggi.  Kisaran bunga mencapai 20 persen hingga 30 persen per bulan dari angka pinjaman.

Namun, perlu diingat bahwa selain bunga, terdapat juga biaya administrasi yang harus dibayarkan. Biaya administrasi tersebut akan dipotong di awal. Selain itu peminjam juga akan dikenakan biaya tambahan jika terlambat melakukan pembayaran. Jika peminjam sampai harus didatangi oleh penagih utang, maka siap-siap dikenakan biaya tambahan dengan besaran bervariasi dari nilai uang yang dipinjam.

Hampir setiap orang yang pernah berada pada situasi keuangan yang sulit dan kebingungan dalam mencari tempat meminjam uang yang tepat. Beberapa orang memilih mengajukan pinjaman ke sebuah bank untuk menambal kekurangan dana yang dialami.

Disinilah Pegadaian harus hadir menyelamatkan masyarakat dari jeratan gadai swasta dan rentenir yang juga kian massif melakukan penetrasi pasar.  Transformasi dan perubahan yang dilakukan Pegadaian diharapkan bisa menjadi solusi masyarakat yang butuh pinjaman cepat dan mudah.

“Meski sudah kuat brand-nya, Pegadaian perlu meniru yang dilaukan gadai swasta dan rentenir yang mau jemput bola langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain buka lebih banyak membuka cabang pembantu sampai pelosok, menerjunkan tim sapu ranjau ke pasarpasar bisa jadi solusi menekan keberadaan gadai swasta dan rentenir,” jelas Sriyatun.

Pegadaian Solusi Tepat dan Tidak Memberatkan

EMAS : Perhiasan emas menjadi pilihan masyarakat untuk digadaikan. (duta.co/dok)

Kebanyakan orang ketika mendengar “pegadaian” akan diasumsikan menggadaikan barang atau harta yang dimiliki. Padahal jika dikupas manfaat atau jenis produk pegadaian cukup beragam. Tidak hanya melayani pegadaian barang namun juga melayani kebutuhan kredit dana dan juga investasi. Investasi yang familiar di pegadaian adalah investasi emas batangan, dan mengenai produk kredit maka sama halnya dengan proses kredit yang dilakukan di bank.

Diantara Kelebihan kredit di Pegadaian

1.Persyaratan kredit yang terbilang ringan. Kredit di pegadaian persyaratan yang wajib dilengkapi tidak terlalu banyak. Hal ini tentu meringankan beban siapa saja yang sangat membutuhkan uang tunai dalam tempo singkat.

  1. Tidak ada prosedur pembukaan rekening, giro, dan lain-lain.Sistem kredit yang diberlakukan pegadaian, dimana aplikasi permohonan bisa langsung diproses. Sehingga murni datang ke pegadaian adalah untuk mengatasi masalah keuangan saat itu juga sehingga tidak direpotkan dengan prosedur yang rumit.

3.Tidak adanya beban biaya administrasi. Kredit pegadaian maka beban biaya administrasi tersebut adalah tidak ada. Tidak ada pungutan biaya dalam bentuk apapun, yang justru nantinya saat keluar dari gedung kantor pegadaian akan menerima uang. Penerimaan uang ini akan disesuaikan dengan perjanjian antara kedua belah pihak yang tentunya dipahami dengan baik oleh semua pihak yang terkait tersebut.

4.Jumlah angsuran yang disesuaikan dengan kemampuan. Sistem pengembalian pinjaman di pegadaian dimana jumlah angsuran tidak tetap. Artinya seorang kreditur bisa melakukan pembayaran dengan jumlah berapapun sesuai dengan kemampuan. Hal ini tentunya meringankan beban peminjam untuk bisa melakukan pembayaran namun tidak menghambat pemenuhan kebutuhan lainnya. Pihak yang menerima pinjaman pun tidak akan terbebani dengan biaya angsuran yang terlalu tinggi dari kemampuan yang dimiliki.

5.Penetapan sistem bunga menurun. Sistem perhitungan bunga pinjaman di pegadaian, dimana memberlakukan sistem bunga menurun. Artinya perhitungan bunga disesuaikan dengan sisa pinjaman, jika pinjaman masih tersisa kecil maka bunganya pun akan ikut mengecil.

6.Bisa memperpanjang masa pengembalian pinjaman. Pihak pegadaian menawarkan solusi bersahabat untuk para pengaju kredit dalam mengembalikan pinjaman. Ketika mengalami keterlambatan pembayaran angsuran ataupun terlambat membayar pelunasan pinjaman. Maka masa angsuran akan mundur atau bertambah panjang, dan bisa diangsur kembali untuk melanjutkan kapan saja. Membayar angsuran meski sekecil apapun sangat berarti dan berdampak terhadap beban angsuran di bulan berikutnya.

7.Barang apa saja bisa digadaikan. Pegadaian memiliki sistem yang berbeda, dimana ada keringanan dari segi jenis barang yang bisa dijadikan jaminan atau agunan. Barang apa saja mulai dari yang bergerak dan tidak, lama ataupun baru, besar atau kecil nilainya. Maka kredit yang diharapkan tetap bisa diproses untuk membantu mendapatkan dana segar saat itu juga.

Bidik Millennial, Siapkan Gadai Online dan Gandeng Fintech

CAFE : Membidik segmen milenilas, Pegadaian membuka Gafe Cafe di Surabaya. (duta.co/imam)

Kesulitan ekonomi dapat terjadi kapan saja, dan bisa pula menimpa siapa saja bahkan oleh mereka yang sebenarnya kaya raya. Kebutuhan akan uang dalam jumlah mencukupi oleh sebagian orang merasa sulit untuk dipenuhi karena minimnya penghasilan per bulannya.

Maka diperlukan sebuah jalan keluar yang bersahabat, dengan segala sistem toleransinya agar masyarakat kalangan manapun bisa mendapatkan dana segar sesuai kebutuhan. Memilih mengajukan kredit pegadaian akan menjadi pilihan yang sangat tepat untuk bisa mendapatkan dana tunai untuk berbagai kebutuhan hidu

Tak mau ketinggalan dan ditinggalkan, Pegadaian terus melakukan pembenahan layanan dengan memanfaatkan teknologi. Salah satu yang sedang disiapkan yakni konsep gadai online dan menggandeng perusahaan financial technologi (fintech) yang kini makan marak perkembangannya.

Tuntutan perkembangan kebutuhan nasabah akan layanan yang lebih mudah dan cepat menggunakan smartphone menjadi pilihan yang akan dilakukan Pegadaian. Gadai online dan menggandeng layanan fintech solusi tepat. Gadai online memudahkan nasabah bila ingin transaksi dengan pegadaian. Ke depan tidak harus ke gerai pegadaian, melainkan menggunakan layanan smart phone.

Persaingan semakin ketat di antaranya disebabkan terbitnya Peraturan OJK No 31 Tahun 2016 yang memungkinkan masuknya pemain baru di industri pegadaian, termasuk seperti disruption dan financial technology (fintech).

Pegadaian dengan manajemen baru ditunggu gebrakan yang dilakukan. Dimana Pegadaian tahun 2019 menargetkan jumlah nasabah pada tahun ini naik 23,4% menjadi 12,3 juta. Seperti dikatakan Direktur Utama Perseroan yakni Kuswiyoto usai diangkat menjadi nahkoda Pegadaian. Dimana sebelumnya nasabah Pegadaian pada tahun 2018 mencapi 10 juta, naik 9,4% dari 2017 sekitar 9,5 juta nasabah.

“Kami akan lebih agresif menggarap nasabah UMKM dan milenial, karena masih banyak ruang untuk menumbuhkan di segmen itu. Selain itu, juga akan mengembangkan produk-produk inovatif lainnya,” jelas Kuswiyoto dalam rilisnya.

“Banyak ruang untuk melakukan terobosan agar target tahun ini bisa dicapai, seperti meluncurkan fintech misalnya. Di era digital ekonomi dan terus bertumbuhnya fintech dan gadai swasta, mendorong kami untuk terus berinovasi,” lanjutnya.

Kuswiyoto  menambahkan dampak dari bermunculannya gadai swasta dan fintech, belum akan menggerus bisnis Pegadaian. Mengingat market share industri pergadaian nasional masih dikuasai oleh Pegadaian yaitu diatas 90%.

Melihat data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada Oktober 2018 jumlah perusahaan gadai swasta yang telah mendapatkan izin sebanyak 16 perusahaan. Sedangkan perusahaan yang baru terdaftar di OJK sebanyak 41 perusahaan gadai. Sementara itu, perusahaan fintech swasta yang telah mendapatkan izin OJK baru 1 perusahaan dan yang terdaftar di OJK sebanyak 77 perusahaan.

“Terus bertumbuhnya bisnis pergadaian dan fintech menunjukkan bahwa pasar gadai dan non gadai masih besar. Ini menjadi tantangan serius sekaligus peluang bagi Pegadaian makin eksis dan tetap diterima oleh semua kalangan,” jelas Kuswiyoto mantan Direktur Corporate Banking BRI. (imam ghozali)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry